Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengakui ada perwakilan Muhammadiyah dalam dalam kabinet kerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Dia menyebut jatah Muhammadiyah adalah Menteri Kesehatan yang dijabat Nila Moeloek.
"Rupayanya jatah Muhammadiyah (di kabinet kerja) 1 dan di menteri kesehatan. Kalau kaum NU, Menteri Sosial tapi melalu partai," kata Din dalam sambutannya di sela-sela acara Pengajian Bulanan di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2014).
Din menceritakan pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo pada Sabtu, (19/10) yang membahas soal menteri dari Muhammadiyah. Namun, dia menepis kalau pertemuan ini sebagai bentuk permintaan permohonan agar ada keterwakilan Muhammadiyah di kabinet kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan tersebut, dia menambahkan kalau Jokowi sempat meninggalkannya sejenak dan kemudian datang lagi dengan membawa kertas serta pulpen untuk mencatat beberapa nama rekomendasi menteri. Menurutnya, sempat disinggung untuk posisi pendidikan, yang kemudian berlanjut membahas posisi menteri kesehatan. Saat itu, di luar dugaannya, Jokowi ternyata meminta kandidat perempuan dengan level seperti mantan Menteri Kesehatan Siti Fadillah.
"Saya bilang ada padahal di database saya waktu itu nggak ada nama perempuan," sebut Din yang membuat peserta pengajian tertawa.
Namun, selang beberapa hari kemudian, dia mendapat usulan nama Nila Moeloek, Nama ini masih ada kaitan dengan Muhammadiyah. Tanpa waktu lama, ia pun langsung mengontak Nila dan meminta kesediaannya untuk menjadi Menkes di kabinet Jokowi.
"Terserah Pak Din katanya. Saya minta tolong kirim dikirimkan CV. Setelah itu saya kirim ke Bu Mega dan Pak Jokowi. Saya bilang ini high quality dan pada Bu Megawati, saya bilang dia calon Menkes terkuat 2009 tapi ditendang," ujarnya.
Setelah proses tersebut, Din mengaku terus memantau perkembangan pembentukan kabinet Jokowi JK. Kemudian, ia lalu dihubungi Andi Widjajanto yang menanyakan sebuah nama untuk jabatan Menkes. Menurut dia, saat itu Andi menegaskan kalau jatah Muhammadiyah ada di posisi Menteri Kesehatan. Hal ini sesuai dengan info dari Ketum PDIP Megawati.
Sehari sebelum pengumuman menteri kabinet, Andi kembali menghubungi Din untuk menanyakan nomor kontak Nila Moeloek. Setelah dihubungi Andi, Din lalu mengontak Nila untuk memastikan ia dihubungi Andi.
(bil/hat)










































