"Begitu kami masuk keluhan yang terbanyak di seluruh Indonesia ini menyangkut e-KTP. Kami tanya kendala di mana, perangkat lunak? perangkat lengkap? sumber daya manusiakah? atau faktor blangko yang terlambat atau apa?" kata Tjahjo di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (7/11/2014).
Tjahjo mengatakan, di antara keluhan itu adalah soal masih adanya identitas ganda, data invalid, dan lainnya. "Kami minta tuntas satu Desember, sekarang di stop karena tinggal 4,8 juta (perekaman). Itulah hal-hal teknis," ujarnya.
Selain karena masalah teknis di lapangan baik perekaman maupun percetakan, program e-KTP juga dihentikan sementara karena proyek ini menjadi perkara KPK. Meski, KPK sudah memberi lampu hijau lagi untuk bisa diteruskan.
"Ya saya kira penekanan kepada persiapan sumber daya manusia, perangkat lunak dan perangkat lengkap segera diselesaikan. Blangko dipersiapkan dengan baik, kendala yang menjadi permasalahan di daerah diselesaikan kembali, yang penting ada jaminan warga negara mempunyai e-KTP," paparnya.
(iqb/erd)











































