Demikian disampaikan, Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Kasat Reskrim, AKP Ade Zamrah kepada detikcom, Kamis (6/11/2014) malam. AKP Ade menjelaskannya, seorang warga H Marjuki (43) melaporkan soal kasus perampokan. Laporan itu diterima Polsek Gaung.
"Pelapor menjelaskan, telah terjadi perampokan yang dilakukan dua orang pria yang tak dikenal. Kerugian 1,5 Kg emas dan uang Rp 35 juta atau total kerugian sekitar Rp 800 juta," kata AKP Ade.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku disebut Marjuki ada dua pria tanpa sebo yang merampas emas dan uang. Lantas keduanya tancap gas dengan sepeda motor.
"Kita memang menerima laporan ini. Tapi kita perlu pembuktian yang lebih mendalam. Sebab, dalam kasus ini tidak ada saksi yang melihat serta belum ada fakta-fakta pendukung yang kuat atas alibi pelapor tersebut," kata AKP Ade.
Apa lagi, lanjut AKP Ade, bahwa pelapor Marjuki bukannya korban langsung yang mengalaminya. Melainkan yang mengalami dugaan perampokan itu adalah adiknya, Fikri (35).
"Jadi Marjuki ini menyuruh adiknya Fikri untuk membawa emas dan uang itu menuju pasar yang ada di desa tersebut. Hanya jarak 500 meter dari rumah Marjuki, adiknya Fikri mengaku menjadi korban perampokan," kata AKP Ade.
Soal waktu kejadian, lanjut AKP Ade, korban menyebutkan sekitar pukul 06.00 WIB. Artinya kondisi cuaca sudah cukup cerah tidak lagi gelap.
"Tanpa bermaksud kami mengabaikan kasus tersebut, namun kita perlu penyelidikan lebih mendalam untuk membuktikan itu. Sebab, tidak ada saksi yang melihat kasus tadi," kata AKP Ade.
Di samping, lanjut AKP Ade, bahwa di daerah tersebut, tidak mudah untuk bisa keluar dengan sepeda motor. Sebab, antar desa selalu terpisah dengan kanal air pasang laut. Begitu juga untuk keluar dari wilayah kecamatan juga harus menggunakan perahu saat harus melintasi kanal.
"Inilah yang masih kita dalami. Karena bukan hal yang mudah untuk bisa keluar dari wilayah itu," kata AKP Ade.
(cha/vid)










































