Menag Lukman mengatakan, lima nilai budaya kerja yang akan diterapkan di Kemenag itu adalah upaya untuk mencegah terjadi tindakan yang menyalahi aturan, termasuk korupsi.
"Jadi ibarat manusia, dia sudah berupaya dengan memproteksi dirinya dengan pola hidup sehat, vitamin, tapi tidak juga ada jaminan dia tidak terserang penyakit. Karena penyebabnya kompleks, bukan dari ketahanan tubuh saja, tapi lingkungan juga," kata Lukman Hakim.
Lukman menyampaikan itu usai meluncurkan nilai budaya kerja di Kantor Kemenag, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2014). Lima nilai tersebut yaitu, integritas, profesional, tanggung jawab, inovasi dan keteladanan. Lima nilai tersebut merupakan hasil rembukan di Kemenag yang dibantu oleh Emotional Spiritual Quotient (ESQ) pimpinan Ary Ginanjar.
Lukman tak menjamin jika Kemenag akan terbebas dari korupsi dengan penerapan lima nilai tersebut. Namun nilai itu merupakan perwujudan dari upaya Revolusi Mental yan digaungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Jadi ini bagian dari upaya diri kita memproteksi diri bagaimana moralitas, nilai-nilai luhur, nilai positif betul-betul dijaga. Tapi meksipun tidak ada jaminan, masing-masing kita nanti akan membangun budaya, sehingga sesama kita akan saling memberikan imbauan, saran, masukan. Saling mengingatkan," katanya.
"Tapi kalau jaminan (bebas korupsi), tentu setiap kita tidak akan bisa menjamin," tambahnya.
(jor/mok)











































