"Kita ini kurang sekali menaruh perhatian pada sastra, dan jumlah bacaan sastra anak SMP dan SMA masih sangat minim dibandingkan seharusnya," ujar Anies di Gedung D Kemendikbud, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (6/11/2014).
Pada hari ini, Anies pun menutup acara Konferensi Penulis Cilik Indonesia yang bekerjasama dengan penerbit buku Mizan. Sebanyak 165 siswa dari seluruh penjuru tanah air mengikuti acara yang juga memperlombakan sastra ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentunya peran guru dan orang tua sangat menentukan dalam pengembangan bakat sastra anak-anak. Guru haruslah mampu memberi contoh yang baik dalam mengembangkan sastra.
Sementara itu bagi orang tua pun tak perlu cemas bila anak-anaknya tertarik di bidang sastra. Bukan berarti bila anak mereka pandai sastra kemudian hanya akan menjadi penulis saja.
"Belajar bidang apa pun kemampuan menulis sangat penting. Anda jadi insinyur, tapi menulis indah maka karya anda akan jadi luar biasa. Di sisi lain kemampuan anak menulis jangan diarahkan anaknya untuk profesi penulis saja," tutur penggagas Indonesia Mengajar ini.
Dari segi fasilitas, saat ini dengan perkembangan zaman yang baik maka pengembangan bakat anak akan sangat mudah. Guru atau pendidik harus mampu merespons perubahan zaman.
"Sekarang alat peraga atau pengajaran yang sifatnya teknologi baik sekali sehingga bisa merangsang guru, guru bisa belajar dengan baik dan siswa pun akan belajar dengan baik," pungkas Anies.
(bpn/aan)











































