DetikNews
Rabu 05 November 2014, 22:40 WIB

Eks Wakil Rektor UI Akui Minta Makara Mas Diprioritaskan dengan Syarat

- detikNews
Eks Wakil Rektor UI Akui Minta Makara Mas Diprioritaskan dengan Syarat
Jakarta -

Mantan Wakil Rektor UI Tafsir Nurchamid mengakui dirinya meminta perusahaan milik universitas, PT Makara Mas perlu diprioritaskan dalam pengadaan. Namun hal itu dilakukan dengan catatan.

"Ya memang ada. Kalau barang harganya sama dengan yang lain, kenapa nggak Makara Mas saja," ujar Tafsir dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa di PN Tipikor, Jakarta, Jl Rasuna Said, Jaksel, Rabu (5/11/2014) malam.

Tafsir menjawab pertanyaan dari jaksa KPK yang menanyakan apakah Tafsir pernah memberikan perintah untuk memprioritaskan Makara Mas. Namun Tafsir menyatakan, pemrioritasan Makara Mas tidak bisa dilakukan dengan mata tertutup.

"Kalau Makara Mas lebih tinggi bagaimana? Tetap beli di sana. Tapi beli dengan harga pasar. Jangan dengan harga yang ketinggian itu," ujar Tafsir.

"Kalau beli di Makara Mas lebih mahal, suplier-suplier yang ada di UI pada protes semua dong. Jadi permintaan itu dengan catatan. Ini yang selama ini tidak disampaikan saksi-saksi di persidangan," sambung Tafsir.

Sebelumnya dalam agenda pemeriksaan saksi, Direktur Umum dan Fasilitas UI Donanta Dhaneswara menyatakan adanya perintah untuk memprioritaskan PT Makara Mas dalam proses lelang. Donanta dalam kesaksiannya menyatakan ada surat edaran dari Wakil Rektor UI Tafsir Nurchamid yang pada intinya meminta kepada dia untuk mengutamakan PT Makara Mas sebagai perusahaan milik UI dalam setiap pengadaan barang dan jasa yang dananya bersumber dari dana APBN.

‎"Pertimbangannya, Makara itu kan perusahaan milik UI, nanti keuntungannya ujung-ujungnya kan karyawan," ujar Donanta yang bersaksi untuk terdakwa Tafsir di PN Tipikor, Jakarta Rabu (10/9/2014) silam.

Surat edaran tersebut dikeluarkan pada 5 Mei 2010. Donanta dalam kesaksiannya juga menyatakan, Makara Mas layak untuk ditunjuk untuk pengadaan apapun sekalipun harga yang ditawarkan lebih mahal. Meski sudah mendapat arahan melalui surat perintah dari Tafsir, Donanta menyataakan Makara Mas tidak memenuhi kualifikasi untuk mengikuti tender IT dan interior perpustakaan. Lantas Direktur Makara Mas Tjahjanto Budisatrio mencoba melobi dengan menanyakan, bagaimana jika Makara Mas menggunakan bendera perusahaan lain.

Belakangan, Makara Mas benar-benar meminjam bendera perusahaan lain yakni PT Netsindo dalam lelang tersebut. Dalam dakwaannya, jaksa menyatakan, negara mengalami kerugian sebesar Rp 13 miliar dari pengadaan ini.



(fjr/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed