Zulfa Ditangani 5 Dokter dan 5 Psikolog
Minggu, 16 Jan 2005 19:27 WIB
Jakarta - Zulfa, perempuan berusia 21 tahun yang dituduh melakukan ancaman bom di Kedubes Inggris dan Thailand, masih diperiksa intensif di RSAL Mintohardjo. Zulfa ditangani lima orang dokter dan lima psikolog. Zulfa yang kini shock berat dan bahkan sempat muntah darah belum bisa ditemui wartawan. Saat detikcom mendatangi RS itu, Minggu (16/1/2005), petugas melarang untuk menemui Zulfa. Zulfa kini dirawat di Bangsal Bengkalis, RSAL Mintohardjo, sebuah RS yang berada di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta. Bangsal Bengkalis ini merupakan ruang perawatan kelas II. Dari catatan yang ada di papan pengumuman, Zulfa masuk ke RS itu tanggal 15 Januari 2005. Dalam catatan itu, Zulfa berusia 21 tahun. Tidak tampak para polisi yang berjaga di ruangan tersebut. Menurut salah seorang petugas, Zulfa belum bisa ditemui, karena masih shock berat. Kini, Zulfa ditangani lima dokter, salah satunya dr Pramudya. Selain itu, lima psikolog juga ditugaskan menangani Zulfa. Setiap hari, keluarga datang membesuk Zulfa. Namun, yang paling sering membesuk adalah ayah kandungnya, Subekti. Dalam keterangan polisi, Zulfa melakukan ancaman bom itu karena iseng saja. Dia melakukan ancaman bom melalui SMS. Zulfa sendiri melakukan ancaman bom itu dengan tujuan agar pacarnya, Agung, yang merupakan salah seorang satpam di Kedubes Thailand, tidak pulang kampung. Zulfa sendiri sudah berencana menikah dengan Agung. Namun, tindakan isengnya ini keterlaluan. Kini Zulfa terancam penjara satu tahun penjara karena melanggar pasal 335 ayat 1 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan disertai ancaman. Dan Zulfa pun kini shock berat.
(asy/)











































