Tim Dokter Ahli Negara Asing Dipindahkan dari Aceh ke Medan

Tim Dokter Ahli Negara Asing Dipindahkan dari Aceh ke Medan

- detikNews
Minggu, 16 Jan 2005 16:30 WIB
Jakarta - Untuk optimalisasi penanganan para korban cidera akibat bencana tsunami, beberapa tim medis ahli dari negara-negara sahabat akan dipindahkan dari Aceh ke Medan. Mereka dikerahkan untuk menangani para korban menjadi perawatan di sejumlah RS di Medan. Demikian disampaikan Menko Kesra Alwi Shihab dalam jumpa pers usai rapat kabinet terbatas mengevaluasi 20 hari pertama pelaksanaan Tanggap Darurat di Istana Kepresidenan, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Minggu (16/1/2005). "Salah satu yang akan kita pindahkan adalah tim ahli bedah syaraf dan otak dari Mesir. Karena toh Rumas Sakit di Aceh belum berfungsi optimal. Sedangkan sarana operasi yang lebih lengkap adanya di Medan," kata Alwi yang juga menjabat Ketua Harian Bakornas itu. Menurut dia, berdasarkan hasil evaluasi terhadap perkembangan kondisi di lapangan, disimpulkan saat ini terjadi kelebihan tenaga medis dan kesehatan di Aceh. "Perbandingan antara jumlah dokter dan dengan yang perlu mendapat perawatan tidak lagi efisien untuk diteruskan," jelas Alwi.Di beberapa tempat, kata Alwi, perbandingan antara dokter dengan pasien adalah 1:4. "Atas kondisi ini, tidak sedikit tim medis ahli dari negara asing yang menyatakan kekurangan pasien. Selain itu, tingkat cidera yang terjadi juga tidak membutuhkan penanganan tim dokter ahli dalam jumlah banyak, melainkan cukup oleh dokter umum biasa dan menjalani perawatan jalan di puskesmas. Selain itu juga, para korban yang luka parah sudah dikirim ke Jakarta untuk dirawat lebih jauh," kata Alwi. Menurut Alwi, saat ini beberapa dokter asing di Aceh sudah meminta izin kembali ke negara asal. Salah satu timnya adalah tim dokter dari Yordania yang datang ke Aceh dengan menggunakan alat operasi lengkap. Alwi yakin, dengan pergeseran dokter ahli dan juga adanya tim dokter asing yang sudah meminta pulang ke negaranya, di Aceh tetap tidak akan kekurangan tenaga medis. "Saat ini, tidak ada daerah yang belum tersentuh oleh bantuan medis," ungkapnya. Masalah yang perlu diwaspadai sekarang, kata ALwi, tinggal kemungkinan menyebarnya wabah penyakit seperti cholera, ISPA dan sebagainya. Namun, untuk mengatasi wabah ini, tim medis di dalam negeri, baik pemerintah maupun LSM-LSM sudah bisa mengambil alih. Pada kesempatan itu, Alwi menjelaskan dengan baiknya penanganan tim medis, maka ini memperlihatkan keberhasilan dalam penanganan tanggap darurat. Selain itu, saat ini tidak ada kekurangan makanan di setiap titik pengungsia. "Karena itu, Bakornas sudah dapat melanjutkan ke tahapan relokasi para pengungsi," ungkapnya. (asy/)


Berita Terkait