Pantauan di lokasi, Selasa (4/11/2014) pukul 16.40 WIB, puluhan angkot memakirkan kendaraannya di luar area terminal Kp Melayu. Alhasil selain bunyi klakson dan suara deru mobil dari pengguna jalan lain membuat bising.
"Woi jalan, jangan ngetem aja," sewot pemilik mobil Avanza yang laju kendaraanya terhalang angkot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lokasi terminal Kp Melayu terbilang strategis, meski begitu peruntukannya sendiri hanyalah untuk transit angkot kecil. Entah bagaimana ceritanya, mayoritas angkot yang sehabis menarik justru memakirkan kendaraan di dalam terminal.
"Ah disini sudah biasa kalau macet mah, soalnya emang jumlah kendaraan tiap sore selulu menumpuk," ujar Komarudin pedagang rokok asongan di pinggir terminal.
Komarudin mengatakan kondisi arus lalu lintas yang semerawut itu dikarenakan angkot yang ngetem sembarang. Ditambah lagi malasnya calon penumpang yang naik dari dalam terminal.
"Inikan kalau pulang kantor orang banyak yang ingin cepat pulang, mereka pada malas naik dari terminal jadi nyari yang simpel," katanya.
Untuk mengatasi kemacetan polisi sendiri telah mendirikan posko pengurai kemacetan. Namun apa daya, meski telah ditegur polisi angkot itu masih saja nakal.
"Sebenarnya ada dua polisi, tapi ya gitu lebih galak angkotnya dari pada polisi," tutup Komarudin. Adakalanya ketika polisi tidak ada di pos tersebut, pengemudi supir angkot itu seenak jidat ngetem di pinggir jalan.
(edo/ndr)











































