Presiden Joko Widodo berbicara pertama kali di depan Gubernur dan Kapolda seluruh Indonesia di Istana Negara. Hanya dibantu key card, Jokowi berbicara satu jam lamanya di depan mereka.
Jokowi masuk ke Istana Negara ditemani oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Mendagri Tjahjo Kumolo, Selasa (4/11/2014). Setelah pemaparan singkat dari Tjahjo, giliran Jokowi lah yang memberi pengarahan.
Jokowi membuka pengantarnya dengan menjelaskan pengaruh gaduhnya politik parlemen dengan investasi. Banyak investor yang merasa khawatir terhadap perpolitikan Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa lembar key card dan dua layar di kiri-kanan yang tersambung dengan operator computer bahan presentasi, menjadi teman Jokowi dalam memberi pengarahan satu jam lamanya. Selama itu juga Jokowi berdiri sambil berbicara banyak data.
Saat pemaparan itu, para Kapolda dan Gubernur tampak serius menyimak. Sesekali mereka mencatat apa yang disampaikan Jokowi.
Jokowi memang berbicara tanpa panduan teks. Tidak heran, tema yang diangkat Jokowi seperti lompat-lompat. Sebagai contoh saat berbicara soal one stop service, tiba-tiba Jokowi jelaskan soal investasi dan sumber daya alam.
"Kembali ke one stop service," lanjut Jokowi setelah itu.
Namun setelah itu, pemaparan Jokowi tidak lagi berpindah-pindah. Seperti biasa, jika ada kata yang dirasa penting, Jokowi mengulang hingga beberapa kalimat pernyataan itu.
"Bakar hilang, bakar hilang, bakar hilang," ucap Jokowi saat menjelaskan terlalu besarnya subsidi pemerintah untuk BBM dibanding kesehatan.
Yang menarik adalah sesi tanya jawab. Jokowi mempersilakan gubernur atau kapolda untuk bertanya terkait pemaparannya.
"Itu yang saya kira ingin saya sampaikan. Saya minta, apabila ada hal-hal yang ingin disampaikan yang berkaitan tadi, bisa diusulkan dan sampaikan pada siang hari ini, baik oleh Kapolda atau Gubernur. Tapi kalau nggak ada, yah jangan," papar Jokowi.
Gubernur pertama yang bertanya adalah dari Papua, Lukas Enembe. Setelah selesai pertanyaan Lukas dijawab Jokowi, ramai-ramai gubernur lain mengangkat tangan untuk ikut bertanya.
Jokowi lalu memilih gubernur dari Sumatera Selatan, Gorontalo dan Kepri. Masih banyak juga gubernur yang ingin mengajukan pertanyaan.
"Bisa sampai sore yah nanti," canda Jokowi mengakhiri sesi tanya jawab. (mok/fdn)











































