"Ya jelas. Tidak usah hitung-hitungan, kalau (harga BBM) pasti memberatkan," ujar Soekarwo.
Hal itu disampaikan Soekarwo di sela-sela Rakornas Kabinet Kerja di Kementerian Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya kepanikan tersebut terjadi jika stok BBM tak mencukupi. Meski begitu pria yang akrab disapa Pakdhe Karwo ini mengaku paham akan kebijakan tersebut.
"Ongkos pabrik ke pasar distibusi kita subsidi, transportasi, buruh, kami potong. Memotong tata niaga kita," kata Karwo.
(sip/ndr)











































