"Terdakwa? Terdakwa tidur? Saudara terdakwa dengar? Dengar?" kata Hapsoro kepada Syifa dalam persidangan di PN Jakpus, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2014).
Syifa tampak menundukkan kepala dan tak bergerak untuk beberapa saat. Beberapa detik setelah hakim menaikan nada suaranya, Syifa tampak mengangkat kepalanya ,namun tetap membisu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syifa tetap membisu, tidak merespon, hanya matanya saja yang tampak berkaca-kaca. Wajahnya menunjukkan kesedihan mendalam. Melihat kliennya tak sanggup berkata-kata, kuasa hukum Syifa pun bersuara.
"Kami keberatan dengan tuntutan ini," ujar penasehat hukum Syifa, Noer Syafri.
Majelis hakim kemudian menutup sidang dengan agenda tuntutan ini. Syifa tetap terdiam dan tak beranjak dari kursi walau suara palu hakim memenuhi ruang sidang.
"Sidang dilanjutkan Selasa, tanggal 11 November 2014 dengan agenda pembacaan pleidoi terdakwa," tutup Hapsoro.
(vid/fdn)











































