"Kalau SIM Card hilang, misalnya, saya iseng bawa ke agen, maka tidak bisa diuangkan. Saya harus tunjukkan KKS. Kalau KKS hilang, SIM Card hilang, uang pasti aman," kata Ruddy kepada wartawan di Kantor TNP2K, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2014).
Dijelaskan Ruddy, jika KKS dan SIM Card hilang, masyarakat bisa mengurusnya kembali lewat kepala desa atau kantor kelurahan, dan ke pihak provider. "Maka dapat SIM Card yang baru," ucapnya. Provider yang telah berpartisipasi dalam program itu adalah Telkomsel, Indosat, dan XL.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika SIM Card diaktifkan, muncul notifikasi saldo Anda Rp 400 ribu. Diambilnya terserah, mau Rp 100 ribu atau semuanya, terserah. Pada program BLSM yang lalu lewat wesel pos langsung terima Rp 400 ribu, harus diambil semua. Sekarang itu dalam bentuk simpanan. Jadi terserah masyarakat mau langsung semua atau disimpan sebagian. Kira-kira seperti itu," ujar Ruddy.
KKS adalah salah satu 'kartu sakti' program Presiden Joko Widodo untuk membantu masyarakat miskin. Dua kartu lainnya adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Nantinya setiap keluarga akan mendapatkan Rp 200 ribu/bulan yang akan diberikan per dua bulan atau langsung Rp 400 ribu. Program ini akan disalurkan kepada warga secara bertahap.
(bar/bar)










































