Pemerintah diminta lebih memperhatikan kawasan Indonesia Timur. Kawasan ini memiliki potensi yang besar namun belum mendapatkan perhatian dari pemerintah.
"Indonesia Timur harus mendapatkan perhatian yang tidak hanya sekader efisiensi. Apa alasannya demi efisiensi kalau rakyatnya tetap susah," kata Gubernur NTT Frans Lebu Raya di acara Rakornas Kabinet Kerja 2014 di Kemendagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2014). Rakornas yang tadi pagi dibuka oleh Presiden Jokowi di Istana Negara itu bertujuan untuk mensinergikan pemerintahan.
Frans memberikan pendapatnya di hadapan gubernur dan kapolda se-Indonesia. Selain para gubernur, hadir pula Mendagri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Sutarman, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Negara ini diproklamirkan dengan nyawa, bukan dengan uang. Tidak bisa kita hanya bicara efisiensi terutama untuk negara kepulauan seperti Indonesia. Banyak sumber daya alam di Indonesia Timur yang luar biasa untuk membangun negeri ini. Jangan takut kami tetap setia NKRI," katanya.
Pernyataan ini langsung disambut tepuk tangan dari para hadirin yang menghadiri acara yang digelar di Lantai 3 Gedung C kantor Kemendagri ini.
Acara rakornas itu berisi pemaparan pejabat pusat. Lalu peserta diberi kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya.
(nal/nrl)










































