Pelajar RI di Jepang Himpun Dana Tsunami Rp 542 Juta
Minggu, 16 Jan 2005 01:37 WIB
Jakarta -
Sebagai bentuk keprihatinan, pelajar Indonesia di Jepang menghimpun dana Rp 542 juta untuk korban tsunami. Mereka juga akan berkirim surat dengan anak-anak Aceh.Dari data Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang, sudah terkumpul 6.040.955 Yen atau Rp 542.164.327,310. Ini merupakan dana yang masuk ke kas PPI Jepang saja, sedangkan dana yang masih berada di PPI Komisariat masing masing hampir sama.Demikian disampaikan dr Muhamad Thohar Arifin dari Universitas Hiroshima, Jepang melalui surat elektroniknya kepada detikcom, Minggu (16/1/2005).Pengumpulan dana dilakukan dengan mendatangi pusat keramaian di seluruh kota di Jepang, mulai Kota Okinawa hingga Kota Hokaido yang ditutup salju dengan ketinggian lebih dari satu meter."Yoroshiku onengai shiamsu". Begitulah teriakan para pelajar yang berarti mohon kerelaan Anda untuk menyumbang. Antusias warga Jepang cukup tinggi mengingat negeri ini kerap terancam gempa. Apalagi mereka masih terbayang gempa Kobe yang dahsyat pada bulan Januari sepuluh tahun yang lalu.Berbagai perusahaan pun didatangi. Peliputan media juga sangat mendukung kegiatan amal tersebut. Baik TV lokal maupun NHK TV Asahi dan koran-koran nasional memuat kegiatan pengumpulan dana tersebut. Baik hanya berupa iklan untuk membantu atau bahkan peliputan kegiatan secara penuh di lapangan dilakukan oleh kru NHK hampir di seluruh kota Jepang.Kegiatan lain yang menarik dilakukan para pelajar di Hiroshima. Mereka akan menggelar acara happening art yang didukung oleh mahasiwa asing selain dari Indonesia untuk mengumpulkan dana.Nasib anak-anak di Aceh juga menjadi fokus. Untuk membangkitkan semangat mereka, PPI Hiroshima mengajak murid-murid SD di Hiroshima untuk menulis surat kepada anak-anak Aceh untuk tetap sabar dan tetap bersemangat belajar demi masa depan."Surat-surat tersebut nantinya akan di kirim ke teman-teman mereka di Aceh bersamaan dengan pengiriman dana bantun yang di kumpulkan. Semoga apa yang dilakukan PPI Jepang bisa membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Aceh," sebut Muhamad Thohar Arifin.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































