Pembunuh Pastur Mengaku Menyesal
Sabtu, 15 Jan 2005 22:02 WIB
Yogyakarta - Heru Hermanto tersangka pembunuhan Pastur Romo Thomas Warsidiyono mengaku menyesal telah melakukan pembunuhan. Tersangka nekat membunuh Romo Thomas karena merasa sakit hati dan dendam lantaran diusir dari Wisma Hati Kudus Purworejo setelah ketahuan mabuk-mabukan di kamar juru masak Eny Kuswati."Saya sakit hati ketika Romo menegur saat mengetahui saya baru mabuk-mabukan. Saya menyesal sekali," kata Heru kepada wartawan seusai pemeriksaan di Mapolres Purworejo Jl Sutoyo, Sabtu (15/1/2005).Heru mengaku pada hari Kamis malam pukul 21.00 WIB mabuk-mabukan dengan membeli minuman keras jenis Anggur Putih (AP) dicampur dua bungkus minuman ekstra energi di kamar Eny. Namun baru minum satu setengah gelas keburu ketahuan dan langsung dimarahi oleh Romo Thomas.Setelah ketahuan, kata Heru, Romo Thomas sempat memarahi dan mengusirnya agar pada hari Jumat pagi sudah harus keluar dari wisma. Setelah kejadian itu, Heru langsung masuk ke kamar tidur. Namun karena diliputi perasaan sakit hati, Heru kemudian berniat membalasnya.Menurut tersangka yang sudah bekerja di wisma selama 10 bulan itu, tugas mematikan lampu garasi adalah pekerjaan setiap malam sebagai penjaga malam. Namun karena habis dimarahi dia tidak mau mematikan lampu.Karena lampu garasi belum dimatikan, pada hari Kamis malam pukul 24.00 WIB ketika Romo mematikan lampu garasi, Heru langsung memukul Romo dari belakang dengan potongan kayu. Meski korban sudah jatuh tersungkur, Heru terus memukulinya hingga tewas.Seusai membunuh, warga Banjareja RT 03 RW 1 Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen itu pun langsung kembali ke kamarnya. Namun setelah kejadian itu, dia tidak bisa tidur mengingat perbuatannya. Heru merasa resah seperti dikejar-kejar Romo.Menurut Heru, pagi harinya sekitar pukul 06.00 WIB ketika dibangunkan Eni dan diberitahu kalau Romo ditemukan tewas, dirinya pura-pura ikut menengok ke garasi. Dia pun berpura pura terkejut dan mengucapkan "innalillahi". Bahkan ketika para petugas datang memeriksa dan membawa jenazah ke RSUD, dirinya juga ikut menyaksikan dari depan wisma bersama warga lainnya.Menurut Kapolres Purworejo AKBP Muhammad Nur, ketika diminta keterangan, tersangka mengaku tidur di kamar pukul 23.00 WIB dan baru bangun sekitar pukul 05.30 WIB ketika dibangunkan oleh Eny. Tersangka juga sempat berkilah dengan mengatakan kalau wisma tersebut pernah dua kali mau dimasuki pencuri.Nur mengatakan, kasus itu terungkap setelah dua ekor anjing pelacak melakukan penciuman di sekitar lokasi. Ternyata anjing pelacak tidak mau pergi dari wisma. "Anjing itu terus mengendus ke arah dalam, sehingga bisa disimpulkan pelakunya orang dalam," ujarnya.Setelah diperiksa secara intensif, urai dia, petugas menemukan kaos tersangka yang baru saja dicuci kemudian dijemur. Pada kaos itu ada bercak-bercak darah milik korban meski agak samar-samar."Potongan kuku tersangka ketika diperiksa juga ada bercak darah, dan setelah diteliti ternyata darah korban. Balok kayu pemukul sebagai barang bukti saat ini juga sudah ditemukan," kata Nur.
(sss/)











































