DPR: Perlu Trauma Center di Aceh
Sabtu, 15 Jan 2005 16:15 WIB
Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai diperlukannya Trauma Center untuk memulihkan kondisi psikologis masyarakat serta keluarga korban yang masih hidup. Demikian salah satu hasil rapat konsultasi antara pimpinan DPR, pimpinan fraksi dan pimpinan komisi yang disampaikan Ketua DPR Agung Laksono di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (15/1/2005).Selain itu, kata Agung, dalam rangka mempercepat proses pembersihan puing bahkan jenazah korban yang dapat menimbulkan bahaya penyakit lainnya maka diperlukan penambahan aparat personel TNI dan kepolisian guna mempercepat penyelesaian kondisi darurat tersebut."Dalam masalah emergency, kita memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk turut serta memberikan bantuan yang sifatnya kemanusiaan. Dewan memahamisepanjang betul-betul untuk kemanusiaan, termasuk didalamnya adalah yang dilakukan militer asing," ungkap Agung."Pada saat tertentu saja ada batas waktu namun, kami tidak memberikan batas waktu untuk adanya bantuan-bantuan baik berupa dana atau material yang sifatnya kemanusiaan," lanjutnya.Agung berharap bencana tsunami hendaknya dapat digunakan sebagai momen yang baik dan tepat dalam rangka mengakhiri pertikaian yang ada di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).Oleh karena, menurut dia, dewan mempunyai hak budget yang dipergunakan untuk memperbesar perhatian, yaitu ada policy khusus kepada pembangunan rehabilitasi dan rekonstruksi melalui APBN sehingga ada alokasi khusus yang sifatnya sektoral.
(aan/)











































