Wiranto: Tak Perlu Takut dan Alergi Militer Asing di Aceh
Sabtu, 15 Jan 2005 14:10 WIB
Jakarta - Mantan capres dari Golkar Wiranto menilai perlu ada batasan yang jelas mengenai keberadaan militer asing di Aceh sehingga tidak menimbulkan sejumlah kecurigaan."Saya setuju ada batasan waktu hingga 26 Maret. Sebenarnya, kita tak perlu takut dan alergi sebab yang kita terima sejauh itu bukan bantuan yang mengikat dan yang penting dikoordinasikan dengan baik supaya ada perbatasan-perbatasan," kata Mantan capres dari Golkar Wiranto usai acara diskusi publik yang bertajuk Mandat Rakyat untuk Keadilan dan Kesejahteraan di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Sabtu (15/1/2005).Menurut dia, batasan-batasan tersebut meliputi pertama, dibatasi misinya sehingga tidak macam-macam. Kedua, dibatasi waktunya. Ketiga, dibatasi terirorialnya. "Jangan keluar dari daerah itu" tandas Wiranto.Selanjutnya, dibatasi perlengkapannya. "Dengan demikian maka bantuan mengarah kepada kemanusiaan. Tidak ada kecurigaan-kecurigaan bahwa itu digunakan dengan satu tindakan terselubung untuk kepentingan-kepentingan lain," ungkap Wiranto yang juga mantan Panglima ABRI ini.Apa dijamin bisa terkoordinasi?"Bisa dong, itu kan diserahkan dengan panglima TNI dalam rangka untuk mengkoordinasikan. Tentu kita minta ada perbatasan, kalau tidak dibatasi bagaimana," kata dia."Misalnya dalam rangka rehabilitasi, kita tidak punya perlengkapan yang cukup besar untuk rehabilitasi alat-alat berat. Mereka punya, ya terima kasih kita dibantu. Berarti alatnya untuk rehabilitasi daerah-daerah yang perlu rekonstruksi yang cukup mendesak. Jadi, kita jangan sibuk dengan urusan kita. Orang membantu kita sibuk, di antara kita pro dan kontra bagaimana ini," demikian Wiranto.
(aan/)











































