βBapak saya saat itu sedang sakit keras tapi dia bahkan belum lihat cucu. Terus saya nikahnya buru-buru agak sedikit maksa istri saya begitu untuk menikah karena bapak saya mau meninggal,β kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2014).
Hal ini dikatakannya di hadapan ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara saat menjadi pembicara dalam diskusi buku berjudul 'Mendidik Pemimpin dan Negarawan' karangan Setyo Wibowo dan Haryanto Cahyadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dia tak putus asa meski sempat dianggap tak setara. Ahok terus meyakinkan bakal calon mertuanya saat itu untuk menyetujui. Mereka akhirnya menikah pada 6 September 1997 lalu dan hingga kini telah mempunyai tiga orang anak.
Dari cerita pernikahan itu, kepada ratusan mahasiswa yang mayoritas pria, Ahok pun memberikan pelajaran.
βYa kita kan mesti paksa, jadi kalau yang muda-muda jangan tanya cewek, mau jadi pacar saya enggak? Itu filsafatnya kurang kena. Jadi pertanyaannya mesti lebih dalam, mau jadi istri saya apa enggak. Itu triknya biar lebih serius,β ujar Ahok yang disambut tawa dan tepuk tangan para mahasiswa berjaket biru tersebut.
(ros/rmd)











































