"Enggak boleh double (penerima KJP mendapat KIP). Mesti menyeluruh," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakpus, Senin (3/11/2014).
Ahok menuturkan bahwa KJP selama ini sudah menggunakan data dari APBD. Ia pun mempersilakan dana untuk KIP digunakan di daerah lain agar merata.
"Kelihatan dipakai daerah lain. Jakarta mungkin KJP saja. Itu kan terbatas, kita selalu bilang ke Pak Jokowi kalau daerah lain lebih butuh, biar (APBD) Jakarta yang tanggung," ucap mantan Bupati Belitung Timur ini.
Ahok mengakui bahwa saat ini Kartu Jakarta Pintar belum sepenuhnya efektif. Ia pun memikirkan format baru dari KJP ini.
"KJP sekarang juga tidak efektif karena nilainya enggak mencukupi, makanya akan kita buat seperti beasiswa," ucap suami Veronica Tan ini.
Untuk memperjelas sinkronisasi antara program pemerintahan pusat dengan pemerintahan daerah ini, Ahok sudah diundang Presiden Jokowi untuk rapat ke Istana. Rapat itu akan berlangsung besok bersama dengan gubernur lainnya.
"Besok Pak Presiden akan panggil kita untuk rapat koordinasi nasional. Di Istana jam 08.00-15.00 WIB, seluruh gubernur beserta Polda. Kalau yang hari ini ya memang diluncurkan, apa susahnya meluncurkan," jelasnya.
Bila tidak dibagikan di Jakarta, lalu mengapa kartu-kartu itu diluncurkan di ibu kota?
"Ya kan dia launching. Nanti ya enggak dikasih lagi," jawab Ahok.
(imk/jor)











































