"Menurut presiden ini suatu program prioritas jangka pendek untuk keluarga pra sejahtera. Jika dikaitkan sampai saat ini belum mengarah ke sana (subsidi kenaikan BBM)," tutur Puan saat berbincang dengan detikcom di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2014).
"Kalau nanti mengarah ke sana kita lihat presiden naikin BBM-nya," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum ada (kompensasi lain) karena belum ada wacana kenaikan BBM kapan. Kalau dilihat dari kebijakan fiskal, harus segera mengubah dari kebiasaan konsumtif ke produktif," terang Puan.
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan mengatakan besaran dana yang ditawarkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) nantinya bisa mengalami perubahan sesuai dengan jumlah kenaikan BBM.
"Tahun depan anggarannya berubah, tapi tahun ini pakai yang ada. Alokasi biaya ini alokasi subsisdi BBM yang belum bisa disebutkan (berapa kenaikannya)," tutur Anies kepada wartawan di Kantor Pos Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2014) siang.
Meski demikian, Anies belum dapat menyebutkan berapa jumlah pastinya. Ia hanya menyebutkan jumlah itu disesuaikan dengan kenaikan BBM.
"Ini hanya pengalihan, tergantung berapa besaran kenaikan BBM," lanjutnya.
(aws/rmd)











































