Didampingi tokoh-tokoh Poros Muda Golkar, Agus menggelar jumpa pers di Rumah Perubahan, Jalan Gunawarman No.49, Jakarta Selatan, Senin (3/11/2014) sore. Katanya, acara itu bukan deklarasi, melainkan launching dirinya maju menjadi calon Ketum Golkar.
"Ini bukan deklarasi, tapi launching. Saya akan deklarasi pada Desember sekitar tanggal 10-an," kata Agus yang tampak memakai kemeja lengan panjang warna putih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perbedaan antara saya, caketum lainnya biasanya deklarasi duluan kemudian melakukan sosialisasi, atau gerakan, atau pendekatan, kepada pemilik suara. Kalau saya tidak. Kami memutuskan dibalik prosesnya," ucap Agus.
Agus mengaku selama 2 bulan terakhir ini gencar melakukan pertemuan dengan para pemilik suara, DPD I dan DPD II Golkar. Dalam pertemuan itu, fokusnya bukan menggalang dukungan, melainkan menangkap aspirasi dan meminta masukan.
"Dalam waktu dua bulan terakhir, kami sangat intensif bertemu lebih dari 175 DPD-DPD baik provinsi maupun tingkat kabupaten kota. Ini akan kami lakukan terus secara intensif, sampai nanti kami deklarasi," ujar Agus.
"Pertemuan itu dalam rangka kami mendapatkan masukan, menangkap aspirasi, harapan-harapan dari seluruh stakeholder di Partai Golkar terhadap bagaimana ke depan Mengolah partai yang kita cintai ini. Supaya Golkar akan kembali mendapat kepercayaan dari rakyat," sambung Agus.
Dalam pertemuan-pertemuan itu, kata Agus, banyak masukan yang didasari keluhan dan kritik akan pengelolaan Golkar di masa kepemimpinan Aburizal Bakrie (Ical) ini. Menangkap itu, ia pun berjanji akan membawa angin perubahan di Golkar jika terpilih menjadi ketum.
"Partai Golkar sekarang sedang dalam persimpangan jalan. Kalau kita bicara persimpangan jalan, pasti ada beberapa pilihan. Kalau salah memilih, pasti dampak negatif akan terjadi dalam tubuh Golkar," ujar Agus.
Ditegaskan Agus, jika dirinya nanti terpilih menjadi Ketum Golkar, ia akan menarik partainya dari Koalisi Merah Putih (KMP). Golkar kemudian akan memberi dukungan penuh kepada pemerintahan Jokowi-JK.
"Insya Allah, nanti jika saya terpilih jadi Ketua Umum Partai Golkar, saya akan menyatakan bahwa Partai Golkar mendukung pemerintahan Jokowi-JK. Artinya Partai Golkar akan kami bawa masuk ke dalam koalisi Jokowi-JK," cetus Agus.
(bar/vid)











































