Ancaman Bom Dilakukan Pacar Satpam Kedubes Thailand
Sabtu, 15 Jan 2005 11:20 WIB
Jakarta - Polisi memastikan bahwa motif pelaku pengancaman bom di Kedubes Inggris dan Thailand hanya main-main. Pelaku, yakni wanita bernama Zulfa (22 tahun) itu tidak ingin pacarnya yang bekerja sebagai satpam di Kedubes Thailand pulang kampung."Menurut rencana, tanggal 14 Januari 2005 kemarin, pacar Zulfa bernama Agung S (24 tahun) akan pulang kampung ke Ngawi, Jawa Timur. Supaya Agung tidak jadi pulang, Zulfa mengirim SMS ancaman bom tersebut."Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Tjiptono kepada wartawan dalam jumpa pers di Ruang Data Direktorat Reserse Kriminal Umum PMJ, Jl. Gatot subroto, Jakarta, Sabtu (15/1/2005) pagi."Ancaman lewat SMS tersebut bohong dan main-main. Tidak ada niat dari si pelaku untuk mengacaukan keamanan di Ibukota. Pelaku juga tidak mempunyai ikatan dengan jaringan (kelompok teroris)," kata Tjiptono.Motifnya menurut Tjitono, pelaku mengirim SMS (Shotr Message Service) ke nomor pengaduan ancaman yang tertera di poster pengaduan Kedubes Inggris dan Thailand. Saat mengirim SMS, Zulfa dalam keadaan sadar dan tidak salah mengirim alamat tujuan."Tersangka ditangkap Jumat kemarin pukul 19.30 WIB. Saat ini tersangka sedang syok dan dirawat di RS Mintoharjo sejak pukul 05.00 WIB tadi. Tersangka melanggar KUHP pasal 335 ayat 1 tentang perbuatan tidak menyenangkan disertai ancaman dan diancam hukuman satu tahun penjara," demikian Tjiptono.
(fab/)











































