"Sebetulnya sudah mengerucut, tapi pastinya saya belum tahu. Jadi tunggu saja. Kurang lebih ada 3 sampai 4 nama calon," kata Tedjo di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (1/11/2014).
Mantan KSAL ini menjelaskan saat ini posisi Jaksa Agung masih dipertimbangkan Presiden Jokowi. Menurutnya, Presiden Jokowi tidak ingin terburu-buru menentukan sosok yang menduduki posisi Jaksa Agung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjutnya, Tedjo menilai posisi Jaksa Agung haruslah dilihat dari beberapa faktor. "Misalnya dari faktor penegakan hukumnya seperti apa, kemudian kecerdasan dalam melaksanakan penegakan hukum seperti apa. Ini yang menjadi sangat penting sekali, dan independennya tetap harus dipertimbangkan presiden," tuturnya.
Namun, Tedjo enggan memberitahukan siapa 4 nama calon Jaksa Agung tersebut. Namun dia mengisyaratkan dua nama calon, yaitu Kepala PPATK M Yusuf dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Widyo Pramono.
"Nama Widyo dan M Yusuf menjadi kandidat kuat Jaksa Agung, bagaimana Pak?" tanya wartawan.
"Ya bisa jadi (Widyo dan M Yusuf). Ya pokoknya yang terbaik lah. Nanti tunggu saja Senin di Istana ya," jawab Tedjo.
Selain itu Tedjo membenarkan terkait pengajuan Surya Paloh mengajukan kadernya dari Partai NasDem untuk menjadi calon Jaksa Agung. "Ya itu hak Ketua Umum (Nasdem) mengajukan kadernya. Tapi kita lihat saja nanti. Iya benar diajukan, kita lihat saja hasilnya nanti," pungkasnya.
(tfn/rmd)










































