Dalam aksinya, mahasiswa UMI sempat menyandera mobil tangki BBM milik Pertamina, dengan nomor polisi DD 9935 XV sekitar sejam lamanya untuk dijadikan mimbar orasi di tengah ruas jalan.
Selain menyandera truk Pertamina, mahasiswa juga membakar ban bekas di tengah jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aksi ini baru prakondisi, kami akan terus turun ke jalan dengan massa yang lebih besar, untuk menolak kebijakan Jokowi-JK menaikkan harga BBM bersubsidi," ujar Wildan, korlap aksi dalam orasinya.
Setelah aksi berlangsung sekitar 1 jam, mahasiswa UMI kemudian menghentikan aksinya pada pukul 18.00 wita.
(mna/gah)











































