"Namanya amanah, ini kan untuk kegiatan keumatan nggak boleh berambisi. Jadi kalau diberikan amanah Insya Allah saya siap," kata Djan Faridz saat dihubungi Sabtu (1/11/2014).
Namun Djan menyebut pandangan umum perwakilan DPW bukan merupakan keputusan Muktamar. Sebab peserta masih harus membahas tata tertib pemilihan yang kemungkinan baru digelar sore atau malam nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baru pandangan umum DPW, tapi belum diketok. Nanti malam diketoknya keputusan seperti apa. Setuju apa nggak soal pandangan umum DPW tadi malam, terserah muktamirin," tuturnya.
Djan menyebut pandangan umum yang mendukung dirinya secara aklamasi sudah cukup menggambarkan peta politik untuk pemilihan ketum PPP.
"Pandangan umum benar mengusulkan. Tapi tidak menetapkan, digodok lagi, setelah digodok baru ditetapkan, kalau tidak ada keberatan. Kalau sudah pandangan umum, biasanya sudah aklamasi di mereka dan akan seperti itu hasilnya," sambung bekas Menpera ini.
Soal keinginan Ahmad Yani juga maju dalam pemilihan, bagi Djan sangat baik untuk demokrasi. Bilapun ada perbedaan pendapat, Muktamar diyakini bisa menghasilkan keputusan yang diterima semua pihak.
"Kalau dia mau maju nggak ada yang larang. Kemungkinan adanya dukungan DPC ke calon lain ada saja. Saya juga nggak bilang pasti apa ngga (dipilih jadi ketum. Saya hanya tunggu amanah," ujar Djan.
(fdn/gah)











































