Pelaksana Teknis Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama mengatakan, ada banyak hal yang harus diperhatikan dalam menentukan pemenang tender. Pemprov DKI Jakarta harus lebih selektif lagi, mengingat tak hanya kali ini proyek Pemprov DKI Jakarta bermasalah.
"Selama ini yang menang selalu yang murah. Harusnya diperhatikan, yang nggak baik nggak boleh jadi rekanan," kata Ahok di GOR Velodrome, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (1/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita juga kesal pada PT yang menang. Yang menang disubkan, sub kan lagi itu yang bahaya. Jadi abal-abal semua," keluhnya.
Namun Ahok tidak tahu apakah pembangunan gedung perpustakaan milik Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) senilai Rp 24 miliar tersebut diserahkan ke pihak lain lagi atau tidak.
"Biar polisi yang nanganin," ujarnya.
Yang pasti, pihak Pemprov kini mulai memperbaiki sistem tender melalui e-catalog. Dengan sistem yang lebih transparan ini, diharapkan penentuan pemenang tender lebih sportif dan benar-benar mendapatkan perusahaan yang berkualitas.
(kff/gah)











































