'Kericuhan' itu bermula usai pandangan umum yang disampaikan oleh 9 juru bicara DPW se-Indonesia yang ditunjuk berdasarkan kelompok provinsi. Pimpinan sidang kemudian menyampaikan kesimpulannya.
Poin satu tentang menerima laporan pertanggungjawaban DPP sampai point kelima memberi sanksi bagi 3 pengurus yang menginisiasi Muktamar Surabaya berjalan lancar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pimpinan sidang sahkan dulu (pandangan umum) ini, baru masuk sidang paripurna berikutnya," teriak salah seorang perserta mengacungkan telunjuk.
"Ganti pimpinan sidang!," secara spontan suasana menjadi riuh dan memanas. Petugas keamanan PPP berloreng hijau masuk dalam arena dan mencoba menenangkan peserta.
Salah seorang pengurus DPW Ja'far, mencoba menerangkan dengan naik ke atas mimbar podium. Ia menjelaskan maksud hujan interupsi dari peserta Muktamar.
"Jadi setelah pandangan umum diterima, kemudian disahkan. Kedua, dengan diterimanya maka pimpinan pusat yang lalu dinyatakan demisioner," ucap Ja'far.
"Berikutnya kita lanjutkan dengan jadwal selanjutnya (pemilihan dan pengesahan ketua umum," imbuh pengurus asal Sulawesi itu.
Suryadharma Ali hanya terdiam di meja pimpinan sidang ditemani Epyardi Asyda dan beberapa pimpinan lain. Sementara itu, akibat suasana yang agak memanas, wartawan diminta keluar sidang dan rapat menjadi tertutup.
Tak lama, pukul 23.25 WIB, pandangan umum telah disahkan dalam rapat tertutup dan kini dilanjutkan dulu dengan sidang komisi-komisi.
(iqb/kha)











































