Kunjungi RS Dr Sardjito Yogyakarta, Menkes Nila Nostalgia

Kunjungi RS Dr Sardjito Yogyakarta, Menkes Nila Nostalgia

- detikNews
Jumat, 31 Okt 2014 19:38 WIB
Kunjungi RS Dr Sardjito Yogyakarta, Menkes Nila Nostalgia
Yogyakarta - Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengunjungi Rumah Sakit (RS) Dr Sardjito Yogyakarta. Dalam kunjungannya, Nila tidak hanya menjelaskan tentang program-program pemerintah namun juga nostalgia.

Kunjungan singkat itu dilakukan usai menghadiri pertemuan Persatuan Dokter Spesialis Mata (Perdami) ke 39 di Ballroom Hotel Royal Ambarrukmo, Jumat (31/10/2014). Menkes Nila hanya berkunjung sekitar 60 menit mulai pukul 16.30-17.30 WIB. Meski singkat dia didampingi Kepala Litbang Kemenkes dr Tjandra Yoga Aditama bertemu dengan pimpinan RS Dr Sardjito, Kepala Dinas Kesehatan DIY, perwakilan rumah sakit seperti dari Sleman, Gunungkidul, Klaten dan RS TNI AU Hardjo Lukito.

Di tempat itu dia disambut Direktur RS Sardjito, dr Muhammad Syafak Hanung, SpA. Kepada Menkes, Syafak mengungkapkan beberapa kemajuan dan prestasi yang berhasil diraih RS Dr Sardjito diantaranya telah mendapat akreditasi sebagai rumah sakit pendidikan berstandar internasional dan sejak tanggal 1 Agustus 2014 sebagai rumah akademic medical center dan akademic health system (AHS).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini kita raih berkat kerjasama dengan semua pihak baik dengan FK UGM dan seluruh karyawan mulai dari cleaning servis hingga pimpinan," ungkap Syafak.

Bagi Menkes Nila, suasana rumah sakit Dr Sardjito Yogyakarta juga tidak asing dan sangat familiar. Pada tahun 1987 dia pernah menimba ilmu di Dr Sardjito Yogyaklarta. Saat itu dia tinggal di rumah (alm) dr Suprono. Sebagai dokter ahli mata terutama kanker mata, Nila yang selama beberapa tahun belajar di rumah sakit itu masih ingat dengan beberapa gedung dan ruangan rumah sakit untuk mata.

"Banyak ilmu yang saya dapatkan. Itu berkas bimbingan Prof. dr Sunarto, Prof dr Ahmad Watik Pratiknya. Senang kembali ke sini sebagai menkes, senang dapat ilmu dan saya juga masih sering ke Yogya untuk menghadiri seminar-seminar," ucap Nila.

Dia juga berpesan untuk tidak hanya melakukan seminar-seminar saja, namun lebih banyak berbuat untuk masyarakat. Dia juga menyatakan salut atas prestasi yang diraih RS Dr Sardjito sebagai rumah sakit pendidikan dan menjadi rumah sakit rujukan di DIY dan sekitarnya.

"Secara geografis untuk DIY sudah tercukupi. Saya berharap dengan adanya orang-orang profesional ini bisa melayani sebaik baiknya. Harus yang terbaik. Pelayanan primer harus diutamakan agar tidak ada orang jatuh sakit," katanya.

Dia juga bercerita pengalamannya di India yakni rumah sakit di beberapa daerah mempunyai rumah sakit-rumah sakit kecil yang berfungsi sebagai satelit. Dia berharap rumah sakit seperti Dr Sardjito tidak hanya membantu rumah sakit yang ada di dekatnya saja namun juga di wilayah lain yang lebih jauh.

"Bantulah daerah-daerah marginal seperti di daerah Kalimantan Utara. Itu sangat bagus kalau dilakukan," katanya.

Selain itu dia juga bercerita mengenai hasil pertemuan rapat koordinasi dengan Menko Pembangunan Manusia dan Budaya beberapa waktu lalu. Hasilnya mengenai Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar.

(bgs/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads