AS Bangun Sistem Alert Tsunami
Sabtu, 15 Jan 2005 07:42 WIB
Jakarta - Amerika Serikat akan mengeluarkan anggaran khusus untuk membangun sistem alert terhadap bahaya bencana gempa dan tsunami. Sistem alert tersebut akan akan dibangun di Samudera Pasisfik, Samudera Atlantik, Laut Karibia dan Teluk Meksiko.Keputusan pembangunan sistem alert tersebut dibuat oleh Gedung Putih setelah malihat kedahsyatan yang diakibatkan oleh gempa dan tsunami di Asia Selatan dan Tenggara yang menyebabkan ratusan ribu jiwa melayang.Gedung putih akan mengeluarkan sedikitnya dana segar sebesar US$ 37,5 juta selama dua tahun untuk membangun sistem tersebut. Sistem itu akan dibangun di kawasan yang rawan terhadap gempa dan tsuinami."Rencana ini pembangunan sistem ini meliputi, pemantuan atau kontrol, monitoring dan sistem komunikasi yang akan melindungi kepentingan nyawa manusia dan bangunan di Amerika Serikat dan ini juga akan berguna bagi dunia," kata Kepala Science dan Kebijakan Teknologi Gedung Putih, John Marburger, seperti yang dikutip CNN.The National Oceanic and Atmospheric Administration atau Badan Penelitian Samudera dan Atrmosfir AS akan mengirimkan sedikitnya 32 ilmuan dan teknologi terbaru, yang akan membangun sistem warning tersebut.Sistem baru ini akan menyediakan deteksi penuh akan dampak tsunami, termasuk di dalamnya untuk mendeteksi wilayah lautan lainnya yang berbatasan.Sistem deteksi dini tsunami yang ditempatkan di lautan Pasifik akan memberikan deteksi dini terhadap bahaya tsunami di negara-negara Teluk Barat, seperti AS dan Kanada, termasuk hawai dan 26 negara lainnya yang berada di lautan Pasifik. Negara itu termasuk Indonesia dan Thailand yang terkena bencana tsunami di Samudera Hindia.Sementara PBB saat ini juga mencanangkan pembangunan sistem peringatan dini tsunami di Samudera Hindia. Proyek itu akan mulai dibangun pada Juni 2006, dimana hampir semua negara ikut dalam proyek ini.
(mar/)











































