Menko Kemaritiman Indroyono Susilo akan mengumpulkan data base laut Indonesia. Indroyono meminta bantuan para akademisi dari kampus hingga TNI Angkatan Laut.
"Kami mencari hal-hal yang bisa kita kerja samakan. Misalnya saja di Menristek dan Dikti banyak ahli-ahli kelautan antara lain 10 perguruan tinggi di ocean science (ilmu kelautan). Salah satu kesulitan dari para ahli kita adalah menaruh data laut," kata Menko Kemaritiman Indroyono Susilo.
Indroyono menyampaikan hal itu usai bertemu dengan Menristekdikti M Nasir di kantor Menko Kemaritiman di lantai 3 Gedung I BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (31/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"70 Kapal AL yang beroperasi setiap hari di seluruh perairan Indonesia juga akan membantu menginput data klorofil, arus, tinggi gelombang, kecepatan arus, kecepatan angin," imbuhnya.
Terakhir, Indroyono juga akan bekerja sama untuk mendukung Menristekdikti M Nasir yang akan bertindak sebagai penjuru peringatan Hari Nusantara pada 13 Desember 2014. Hari Nusantara yang memperingati momentum pada 13 Desember 1947 saat Perdana Menteri Juanda mendeklarasikan konsep negara kepulauan.
"Yaitu bahwasanya wilayah laut Indonesia diukur dari titik-titik terluar dari pulau-pulau terluar seluruh Indonesia. Itulah yang membuat luas wilayah kita laut kita menjadi 5,7 juta Km2. Apa yang dideklarasikan perdana menteri Juanda pada tahun 1947 diakui dunia," jelas Indroyono.
Sedangkan Menristekdikti M Nasir akan mengkoordinasikan semua PTN di Indonesia yang memiliki jurusan ilmu kelautan. Data base yang akan dikumpulkan, diharapkan bisa diturunkan kepada riset-riset yang tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat pesisir.
"Nah nanti bisa disediakan bagaimana kondisi kepulauan kita di negeri ini maka akan jauh lebih baik dan akan mendapatkan manfaat bagi perguruan tinggi. Kemudian nanti dari hasil penelitian bersifat exploratory bisa diturunkan kembali ke penelitian-penelitian yang bersifat applied. Ini diharapkan bisa menjadikan suatu output yang bisa digunakan masyarakat, baik masyarakat dari industri atau dunia usaha," jelas Nasir.
Nasir memiliki ide untuk membangun sistem online untuk data base kelautan dan hasil riset yang dikumpulkan Menko Kemaritiman. Ada sekitar sepuluh PTN yang akan dimintai bantuan untuk mengumpulkan data base kelautan itu.
"Ada IPB, Undip, Unhas Makasar, Unpad, Unri, di setiap pulau ada Fakultas Kelautannya," jelas Nasir.
(nwk/try)











































