"Pembangunan jalan akan dimulai besok Sabtu (1/11/2014). Alat-alat berat sudah diturunkan untuk prioritas pembangunan jalan," ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, dalam jumpa pers 'Penanganan Relokasi dan Pengungsi Erupsi Sinabung Terkini' di Kantor BNPB, Jl Juanda, Jakarta Pusat, Jumat (31/10/2014).
Menurut Sutopo, pihak TNI juga sudah membersihkan 9 hektar lahan. Setelah itu, mereka akan membangun hunian tetap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Presiden Jokowi langsung bertanya kepada Pangdam (Pangdam Bukit Barisan). Kapan pembangunan jalan selesai, apakah 1-3 minggu? Pembangunan jalan kita perkirakan kurang dari satu bulan," kata Sutopo.
Untuk pembangunan rumah, tahap pertama disediakan 50 unit pada akhir November 2014. Sisanya dilanjutkan tahun depan.
"Kita pengennya bangun 370 unit. Tapi dengan kondisi lahan yang masih berupa hutan, harus ditebang, lakukan land clearing, pengurukan, dan semak belukar, kita harus menyesuaikan waktu hanya dua bulan. Tidak mungkin mengerjakan semuanya dalam waktu dua bulan. Yang kita bangun ada drainase," beber Sutopo.
Sutopo menambahkan, biaya pembangunan jalan yakni Rp 10 miliar. Sedangkan untuk rumah Rp 45 juta per unit.
"Untuk hal-hal pembangunan sekolah, infrastruktur, baru dilakukan perhitungan. Di draf awal, pembangunan infrastruktur Rp 1,3 triliun," katanya.
Relokasi pengungsi Sinabung merupakan hasil kunjungan Presiden Jokowi dan Mensos Khofifah Indar Parawansa pada Rabu (29/10/2014) lalu. Dari hasil itu pula diputuskan tiga desa akan menjadi tempat relokasi baru bagi pengungsi di Sinabung.
(nik/nwk)










































