Perampok Modus 'Guna-guna' Pernah Beraksi di Rumah Purnawirawan Jenderal

Perampok Modus 'Guna-guna' Pernah Beraksi di Rumah Purnawirawan Jenderal

- detikNews
Jumat, 31 Okt 2014 14:09 WIB
Jakarta - Komplotan perampokan bermodus 'guna-guna' yang dipimpin Deddy S alias Ustad Cs ini sudah melakukan aksinya di 8 lokasi. Salah satu sasarannya yakni rumah milik Ny Kusmastuti Nerviati, istri dari Mayjen (Purn) Iksan Sugiarto di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

"Mereka pernah beraksi di rumah purnawirawan jenderal, dan di situ mereka mengambil sejumlah perhiasan," ujar Kanit V Subdit Jatanras Ditreskrimum Kompol Ananto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (31/10/2014).

Ananto mengungkapkan, Deddy Cs sudah melakukan aksinya sejak Januari hingga September 2014. Sejak beraksi, komplotan ini belum pernah tertangkap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Modusnya itu sama, mendekati pembantu di rumah korban lalu mengatakan korban terkena guna-guna dan korban diperdaya untuk mengeluarkan barang-barang milik korbannya," jelasnya.

Pada Januari 2014, mereka melakukan aksinya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di situ, mereka membawa kabur sejumlah perhiasan emas senilai Rp 21 juta.

Selanjutnya, mereka juga pernah beraksi di Jl Raya Bintaro, Jakarta Selatan pada Februari 2014, dan mencuri lempengan emas senilai Rp 132 juta. Di Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Maret 2014, komplotan ini mengambil perhiasan sebesar Rp 25 juta.

Kemudian di Perumahan Aries, Kembangan, Jakarta Barat pada April 2014, komplotan mengambil perhiasan emas senilai Rp 25 juta. Mereka juga pernah beraksi di Cimanggu, Bogor pada Mei 2014 dan membawa kabur perhiasan emas senilai Rp 57 juta.

Pada Agustus 2014, mereka juga pernah beraksi di Perumahan MPR Cilandak, Jaksel dan mengambil emas senilai Rp 22 juta. Terakhir, pada Oktober 2014, komplotan ini juga mengambil perhiasan emas senilai Rp 30 juta.

"Hasil perampokan ini dijual para tersangka, lalu hasilnya dibagi-bagikan ke masing-masing tersangka, ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Heru Pranoto.

Tiga tersangka, Andy, Herman dan Deddy ditangkap polisi setelah lolos usai melakukan sejumlah aksinya. Tersangka Deddy ditembak mati polisi karena mencoba melarikan diri.

"Karena dia merasa dia orang 'pinter' dia mencoba menghilang, dan melarikan diri sehingga dilakukan tindakan tegas tembakan terarah dan terukur," jelasnya.



(mei/fjr)


Berita Terkait