"Itu wacana yang memang saya pernah dengar, tapi secara faktualnya saya belum ketahui seperti apa. Kalau 'siapa yang hadir' (akan dipecat), tentu semuanya," ucap Aan Mashuri di sela Muktamar VIII PPP di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman Jakarta, Jumat (31/10/2014).
Menurut Mashuri, pengurus DPC Jawa Timur yang hadir di Muktamar VIII ini ada 23 DPC dari total 33 DPC. Meski di internal DPC ada yang keduanya ikut kubu Romi, sekretarisnya kubu SDA, begitu pula sebaliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mashuri meyakini bahwa Muktamar VIII inilah yang sah berdasarkan keputusan Mahkamah Partai dan Majelis Syariah. Karenanya, setelah Muktamar ini hasilkan pengurus baru, iya yakin pemecatan yang dilakukan DPW akan gugur.
"Saya melihat Menkum HAM terlalu buru-buru karena sahkan (kepengurusan Romi) satu hari setelah dilantik. Kapan dia pelajarinya, kalau Senin dilantik bahkan Selasa belum ada serahterima kabatan. Tahu-tahu sudah sahkan," ucapnya mengkritisi surat Menkum HAM.
Sebelumnya, Ketua DPW PPP Jawa Timur Musyafa' Noer mengatakan, jika ada kader PPP dari Jawa Timur yang hadir di Muktamar PPP di Jakarta akan mendapatkan sanksi pemecatan.
"Kalau melakukan pelanggaran, sanskinya tegas. Bisa diberhentikan sebagai pengurus atau keanggotaan partai. Kalau anggota dewan, sanskinya di-PAW. Saya tidak emosional, tapi aturan itu sudah sesuai AD/ART," kata Musyafa' Noer, Kamis (30/10) kemarin.
(iqb/fdn)











































