Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah (Menbuddikdasmen) Anies Baswedan akan membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) tahap I kepada sebanyak 152.434 siswa. Jumlah tersebut berdasarkan penerima program Bantuan Siswa Miskin (BSM) lalu.
"Pada kesempatan ini, kita akan meng-cover sejumlah 152.434 siswa. Pada fase pertama ini, program KIP akan menggunakan data-data siswa miskin yang kemarin menerima BSM," ujar Anies di Kemenko PMK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (31/10/2014).
Sebagai pilot project, KIP yang termasuk dalam Program Keluarga Produktif ini rencananya disebar ke 18 provinsi antara lain Jembrana, Pandeglang, Kota Jakarta Barat, Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Selatan, Kota Jakarta Timur, Kota Jakarta Utara, Cirebon, Kota Bekasi, Kuningan, Kota Semarang, Tegal, Banyuwangi, Kota Surabaya, Kota Balikpapan, Kota Kupang, Mamuju Utara dan Kota Pematang Siantar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KIP akan memasukkan komponen siswa berasal dari keluarga rentan miskin sehingga dalam pelaksanaannya di fase berikutnya jumlah penerima akan meningkat. Ini levelnya SD, SMP, SMA dan SMK," terang Anies.
Rencananya, besaran dana yang akan diterima siswa melalui KIP sama seperti BSM. Target peluncuran KIP yang ingin dicetak sebanyak 1.062.434 kartu.
"Perhitungan keseluruhan yang tadi mencetak 1.062.434 kartu untuk anak. Arahnya akan besar. Kita ngebut ngurus data sambil jalan menyiapkan infrastutkurnya," pungkasnya.
(aws/aan)











































