Data Kiriman Huygens Tiba di Bumi
Sabtu, 15 Jan 2005 04:41 WIB
Jakarta - Wahana penelitian angkasa luar Huygens telah mengirimkan berkas pertama data tentang bulan terbesar Saturnus, setelah berhasil mendarat. Wahana angkasa luar itu mengirimkan data selama lebih dari 2 jam, setelah pendaratannya dikukuhkan."Kami adalah pengunjung pertama Titan," kata Jean-Jacques Dordain, Direktur Jenderal Badan Angkasa Luar Eropa (ESA), penuh semangat. Dan, ini juga merupakan pendaratan terjauh yang pernah dilakukan pesawat angkasa luar dari Bumi."Pagi hari, kami mencapai keberhasilan rekayasa, dan sore ini, kami juga mencetak satu keberhasilan ilmiah," tambahnya.Hampir tak kuasa menahan air mata, Alphonso Diaz, administratur luar biasa untuk urusan sains di Badan Ruang Angkasa AS, Nasa, mengatakan: "Hanya akan ada satu pendaratan pertama di Titan, dan inilah pendaratan itu."Para ilmuwan kini memadukan data, yang mencakup gambar, hasil pengukuran, dan suara, yang dipancarkan ke Bumi. Mereka mengukuhkan, bahwa salah satu dari 2 saluran di wahana penelitian itu tidak lagi berfungsi untuk mencatat hasil pengukuran.Meski demikian, saluran paling penting, B, yang bertugas mengukur kondisi kimiawi Titan, berfungsi secara baik. "Kami akan bekerja sangat keras dalam bbeberapa jam dan hari mendatang. Data ini adalah data untuk anak cucu," kata Profesor David Southwood, direktur sains pada ESA. Suara-suara atmosfir Titan yang penuh badai direkam dengan mikrofon di wahana, dan ilmuwan berharap mereka mungkin bisa mendengar petir menyambar dalam data yang mereka analisis."Ini luar biasa, tapi kami masih harus melanjutkan tugas," ujar Profesor John Zarnecki, peneliti kepala bidang paket sains permukaan Huygens, seperti yang dikutip BBC.Zarnecki menambahkan, timnya telah melakukan pemantauan seksama untuk mendeteksi dampak tumbukan sebelum wahana itu mendarat. Para ilmuwan cukup yakin bahwa wahana itu tidak mendarat di permukaan cair, sehingga tidak tenggelam. Namun, hal ini belum bisa dikukuhkan.Profesor Zarnecki memperkirakan wahana itu mungkin mendarat di samudera ekstraterestrial."Saya sangat senang bahwa instrumen saya telah memperoleh sesuatu untuk mengukur permukaan cair, permukaan padat, dan permukaan dalam bentuk antara cair dan padat," katanya.Para ilmuwan sangat bersukacita, saat wahana itu kali pertama mengirimkan sinyal untuk mengakabarkan, wahana itu mulai menuruni atmosfir Titan, dan mengumumkan misi itu telah menncapai "keberhasilan".Huygens mengirimkan data ilmiwah ke kapal induknya Cassini, yang mengorbit di angkasa luar, untuk diteruskan ke Bumi.Huygens kemudian berbalik ke arah Bumi, dan mengirimkan paket-paket pertama informasi dari wahana tersebut. Paket informasi itu diterima oleh pusat operasi angkasa luar Eropa diDarmstadt, Jerman, dan siap untuk dianalisis secara ilmiah.Sinyal pertama dari Huygens ditangkap oleh teleskop radio di West Virginia, Amerika Serikat, antara pukul 10.20 GMT (17.20 WIB) dan 10.25 GMT (17.25 WIB) Jumat.Sinyal itu menyatakan, parasut pandu telah lepas dari bagian belakang wahana, sehingga antenanya bisa mulai mengirimkan sinyal, dan instrumennya berfungsi.Saat wahana buatan Eropa itu memasuki atmosfir Titan pada ketinggian 1.270 km dari permukaan, wahana itu melaju dengan kecepatan Mach 20, atau 20 kali lipta kecepatan suara.Begitu gesekan memperlambat laju turun wahana hingga menjadi 1,5 Mach, wahana itu mengembangkan salah satu dari tiga parasutnya, melepas penutup belakang wahanan yang melindungi Huygens dari panas luar biasa, saat memasuki atmosfir.Masa Lalu BumiTitan diselimuti kabut oranye tebal, yang mengaburkan bentuk permukaannya. Huygens mungkin mendarat di lapisan es dan batu cadas, terjebur ke hamparan seperti ter, atau terjebur ke air berminyak.Pesawat itu diperkirakan mengambil 750 potret selama proses pendaratan yang berlangsung 2,5 jam. Potret-potret itu bisa menjelaskan misteri kosmis ini."Ini akan memberikan gambaran baru yang spektakuler tentang Titan, dan mungkin pemahaman yang jauh lebih baik akan dunia misterius ini," kata Marty Tomasko, salah seorang peneliti utama Proyek Huygens. Parasut Huygens mengembang menjelang pendaratan Data yang dikirim pesawat angkasa luar itu diperkirakan memberikan informasi terperinci mengenai cuaca dan susunan kimia bulan milik Saturnus itu.Didominasi oleh nitrogen, methane and molekul organik lain yang berbasis karbon, kondisi di permukaan Titan diyakini menyerupai kondisi di Bumi sekitar 4,6 miliar tahun silam.Dengan demikian, kondisi Titan mungkin menjelaskan kepada ilmuwan jenis reaksi kimia, yang melatarbelakangi munculnya kehidupan di Bumi.Huygens telah menghabiskan 7 tahun terakhir ditambatkan dengan pesawat angkasa luar Cassini, yang tiba di Saturnus Juli 2004. Huygens meluncur ke arah Titan selama 20 hari, setelah dilepaskan dari pesawat induknya, Cassini tanggal 25 Desember.
(mar/)











































