Fadli Zon Anggap Biasa Ulah Arsyad Rekayasa Gambar Porno Jokowi dan Mega

- detikNews
Jumat, 31 Okt 2014 11:37 WIB
Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendatangi orangtua tersangka pelaku pornografi yang menghina Presiden Joko Widodo, Muhamad Arsyad (23). Menurut Fadli apa yang dilakukan Arsyad adalah suatu hal yang wajar.

Arsyad ditangkap jajaran Mabes Polri karena mengupload gambar rekayasa Jokowi yang sedang beradegan seks dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di media sosial. Tukang sate ini pun dikenakan pasal dalam UU Pornografi.

"Saya setiap hari dibully terus ya di twitter, facebook dan sebagainya. Ada gambar saya dipakein jilbab. Menurut saya hal itu biasa lah, resiko politisi, dan kalau tidak salah bukan pak Jokowinya sendiri yang melaporkan tapi tim hukumnya. Seharusnya tidak dilakukan," ujar Fadli di rumah Arsyad, Jl. H. Jum 91 RT 09/01 No 32, Kampung Rambutan, Jaktim, Jumat (31/10/2014).

Saat ditanya apa yang akan dilakukannya Fadli jika mendapat penginaan yang sama, menurutnya tak ada yang dapat mengontrol dunia maya. Dalam media sosial, Fadli menyatakan tidak ada kejelasan hukum.

"Siapa sih yang bisa mengontrol apalagi kalau itu gambarnya tidak jelas asal usulnya dari mana. Hukum kita itu tidak jelas dalam hal medsos. Karena terlalu banyak yang melakukan itu karena ini dimulai dari tidak jelasnya identitas," kata Fadli.

Menurut Fadli, Arsyad justru menjadi korban dalam hal ini. Pihak kepolisian pun disebut seharusnya bisa mencegah kasus semacam ini terjadi.

"Saudara Arsyad, menjadi korban akhirnya dia tapi begitu banyak akun-akun anonim, itu yang seharusnya ditertibkan. Supaya orang tidak seenaknya memfitnah, menghina, pihak kepolisian seharusnya mencegah itu," jelas Fadli.

"Kasus semacam ini tidak pernah terjadi di negara-negara manapun, orang bisa seenaknya bisa membuat akun FB, twitter dengan nama-nama palsu, kemudian menghina orang kemudian mengirimkan gambar-gambar palsu yang porno, yang kejam," tambahnya.

Fadli pun menyatakan Prabowo Subianto juga banyak mendapat penghinaan di media sosial. Meski begitu polisi tidak bertindak cepat dalam menanganinya.

"Ada Pak Prabowo dikasih kumis Hitler, pakaian Hitler, itu menghina semua. Itu nggak ada usaha dari kepolisian untik melakukan hal yang sama, menelusuri," tutup Fadli.

Arsyad ditahan atas laporan Tim Hukum PDIP Henri Yosodiningrat. Arsyad diketahui memasang foto orang tengah bermain seks di facebook. Dia merekayasa foto orang yang bermain seks itu dengan wajah Jokowi dan Megawati. Polisi menangkap Arsyad pekan lalu atas pidana pornografi karena menyebarkan gambar porno di media sosial.

(ear/ndr)