Waspadai Badai Kerry

Waspadai Badai Kerry

- detikNews
Jumat, 14 Jan 2005 21:16 WIB
Jakarta - Berdasarkan hasil pantauan citra satelit Badan Meteorologi dan Geofisika Maritim Perak Surabaya, Jumat (14/1/2005) terlihat adanya badai tropis Kerry pada posisi 22 derajat LS - 156 BT di Tenggara Papua Nugini. Badai ini menimbulkan awan-awan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia khususnya di Jawa Timur, sehingga berpeluang hujan tidak merata dan hanya bersifat sporadis. Namun di wilayah pesisir selatan Jatim diprakirakan berpeluang hujan pada sore hari. Demikian dikatakan Koordinator Kelompok Analisa Data, Soemaryo ketika dihubungi di kantornya Jl Kalimas Baru Surabaya, Jumat (14/1/2005).Menurut dia kondisi cuaca di Surabaya cerah berawan, arah angin dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan 10-50 km/jam. Namun dimungkinkan adanya angin konvektif dengan kecepatan 30 km/jam. Awan konvektif ini akibat dari permukaan tanah yang panas karena terkena sinar matahari dan sifat panas tersebut naik bersama dengan uap air sehingga terbentuklah awan konveksi. "Masyarakat dihimbau untuk tetap berhati-hati, karena awan konvektif di samping menyebabkan hujan yang tidak merata dapat menyebabkan terjadinya angin puyuh yang akan terjadi di daerah Jombang, Mojokerto, Sampang dan Sumenep," jelasnya.Sementara itu untuk kelembaban udara berkisar antara 66 - 96 persen dengan suhu udara berkisar antara 22 - 23 derajat celcius. Sedangkan pasang air mencapai 130 cm terjadi pukul 01.00 WIB dan surut -100 terjadi pukul 01.00 WIB. Matahari terbit pukul 05.22 WIB dan tenggelam pukul 17.55. Masih kata Soemaryo, pasang air laut saat ini dalam kondisi normal dan diprakirakan dalam empat hari ke depan pasang air laut mencapai ketinggian 70 cm. "Sedangkan untuk pasang air laut mulai tanggal 19-24 diprakirakan akan mengalami peningkatan hingga 130 cm,"imbuhnya.Sedangkan,adanya informasi akan terjadi gempa di Kabupaten Sampang yang diberitakan beberapa media massa ternyata hanya isu belaka. Kabar gempa di Kabupaten Sampang yang menimbulkan kepanikan masyarakat setempat adalah bohong dan tidak benar."Tidak ada gempa di Sampang, berita tersebut hanya isu," kata Kasubag Tata Usaha Dinas Infokom Kabupaten Sampang, Achmad Wachid saat dikonfirmasi tentang hal tersebut dikantornya, Jumat (14/1/2005).Dijelaskannya, Kamis (13/1/2005) malam, di wilayah Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang sempat terjadi kepanikan masyarakat akibat isu entah dari mana yang memberi kabar akan terjadi gempa, sehingga masyarakat setempat bersiap-siap untuk antisipasi kemungkinan terjadinya gempa. Isu ini ditambah anggapan masyarakat yang bermukim di sekitar pantai saat melihat air tengah laut berwarna merah, akibat pantulan sinar yang berasal dari pancaran api yang timbul adanya kegiatan pengeboran lepas pantai.Adanya kabar akan terjadinya gempa di Sampang sempat berduyun-duyun beberapa wartawan dan kamerawan televisi swasta mendatangi lokasi tersebut sehingga menambah lagi kepanikan masyarakat di wilayah Kecamatan Ketapang yang merupakan sumber dari munculnya kabar itu. Memang dua hari lalu, Senin (10/1/2005) telah terjadi angin puyuh di Desa Tanjung Kecamatan Camplong Sampang, akibatnya merusakkan atap genting beberapa rumah dan tidak terjadi korban jiwa, sedangkan kejadian di desa Tambelangan hanya tanah longsor, tetapi sudah diperbaiki aparat bersama masyarakat setempat. Namun kondisi kerusakannya tidak separah seperti yang diberitakan sejumlah media massa. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads