Usai dari sertijab Menhub, Indroyono kembali ke kantornya di lantai 3, Gedung 1 BPPT, jalan MH Thamrin, Jakpus. Di kantornya, dia menyambut Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Marsetyo di ruang kerjanya pada pukul 12.45 WIB.
"Hari ini menerima bapak KSAL, beliau menghadap mengucapkan selamat dan siap bekerja sama. Ada beberapa hal yang tadi saya angkat, sekiranya itu bisa membangun kemaritiman dengan Angkatan Laut," kata Indroyono di kantornya, Kamis (30/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ini sulit kita mendapatkan itu karena pertama aturan nggak boleh segala macam, padahal data itu sangat diperlukan untuk studi perubahan iklim di laut," ungkapnya.
Dari pertemuan selama 45 menit tersebut, KSAL setuju akan membuka data-data Hidro Oseanografi tidak hanya untuk kepentingan militer tapi juga untuk non militer. Selain itu, di perairan seluruh Indonesia terdapat 60 hingga 70 kapal perang dari Angkatan laut yang berpatroli.
"Sekarang kita minta tolong boleh nggak ditambah kumpulin data-datanya. Karena dari data-data tersebut ada klorofil, tinggi gelombang, arah dan kecepatan arus. Dari data-data itu kita bisa memverifikasi data yang di peroleh melalui satelit. Antara lain pak KSAL bicara itu," jelasnya.
Setelah melakukan perbincangan dengan KSAL, pada pukul 15.15 WIB, pria kelahiran Bandung, 27 Maret 1955 ini bertandang ke Kantor Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk bertemu dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
(tfn/mad)











































