"Saya berpendapat supaya diambil langkah-langkah, supaya pulih kembali DPR. Dan kalau ada hal yang dianggap itu tidak sesuai dengan harapan, coba dirundingkan dengan baik-baik," kata Akbar kepada wartawan di acara diskusi 50 Tahun Golkar di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (30/10/2014).
Seperti diketahui penyebab munculnya pimpinan DPR tandingan adalah penolakan KIH terhadap keinginan KMP menggelar pemilihan pimpinan komisi-komisi di DPR lewat mekanisme voting. KIH menyadari, jika voting, maka pimpinan komisi-komisi dan alat kelengkapan dewan akan disapu bersih oleh KMP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu saya harapkan kepada rekan-rekan yang menyebut sebagai tandingan itu tentu sebaiknya tidak melanjutkan langkah-langkah itu, karena akan membuat suasana yan semakin tidak kondusif," ujarnya.
Jika kedua kubu tak berdamai, dan KIH terus berjalan dengan pimpinan tandingan, dia yakin citra DPR akan makin buruk. "Bagaimana DPR itu bisa diapresiasi, dihormati, juga bisa dianggap menjadi wakil rakyat, kalau praktik yang ada tidak sejalan dengan yang diharapkan rakyat," tutur Ketua Wantim DPP Partai Golkar ini.
(trq/try)











































