"Saya sebagai Menko berusaha mensikronkan (KIS dan BPJS). BPJS dan KIS itu sistem yang sedang kami coba untuk dileburkan," tutur Puan usai rapat kepada wartawan di kantor Kemenko Kesra, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (30/10/2014).
"Memang yang akan menerima KIS itu 86,4 juta orang karena belum semuanya menerima JKN dan Jamkesmas jadi jumlah itu diprioritaskan untuk masyarakat pra sejahtera yang belum menerima JKN dan Jamkesmas," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KIS targetnya untuk masyarakat pra sejahtera yang belum terima kartu BPJS. Sebanyak 86,4 juta orang yang akan menerima di tahun 2014 dan 2015 tapi kami harap nanti bisa bertambah," lanjut puteri Megawari Soekarnoputri ini.
Untuk anggaran KIP dan KIS menggunakan APBN 2014 yang sudah disetujui oleh pemerintah dan DPR periode lalu. Anggaran tersebut memang telah difokuskan untuk bidang kesejahteraan rakyat.
"Darimana KIP dan KIS bisa dijalankan anggarannya sudah dicadangkan dari pemerintah lalu. DPR lalu dan pemerintah lalu memang sdh mencadangkan dana perlindungan sosial," kata Puan.
KIS sendiri rencananya akan diluncurkan perdana pada 7 November mendatang oleh Presiden Joko Widodo. Peluncuran kartu tersebut dilakukan secara bertahap dan bersifat nasional.
(aws/fjr)











































