Munculnya Pimpinan Tandingan Bukti Ada Krisis Legitimasi di DPR

Munculnya Pimpinan Tandingan Bukti Ada Krisis Legitimasi di DPR

- detikNews
Kamis, 30 Okt 2014 14:41 WIB
Munculnya Pimpinan Tandingan Bukti Ada Krisis Legitimasi di DPR
Jakarta - Kondisi DPR memanas setelah muncul pimpinan DPR tandingan yang dibentuk oleh Koalisi Indonesia Hebat. Kepemimpinan Setya Novanto cs dianggap sudah tidak bisa dipercaya sehingga muncul krisis legitimasi.

"Kepemimpinan DPR sudah tidak dipercaya, tidak adil, sehingga muncul reaksi kepemimpinan. Ini krisis legitimasi, krisis kepercayaan," kata pengamat politik UGM Ari Dwipayana ketika berbincang dengan detikcom, Kamis (30/10/2014).

Ari menilai, permasalahan di DPR sekarang terkait aspek politis dan juga aspek hukum. Bila dibiarkan berlarut-larut, hal ini akan menimbulkan kebuntuan politik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Prinsip dasar demokrasi ada pada musyawarah, dialog, negosiasi. Tidak bisa pada persoalan menang kalah, apalagi oligarki. Di Indonesia, proses dialog sangat penting," ucapnya.

Kebuntuan politik di Senayan dapat menimbulkan krisis kepercayaan publik. Selain itu, lembaga-lembaga negara lain termasuk para menteri pun terkena imbas akibat kegaduhan para anggota dewan ini.

"Ada efek snowball, jadinya kan melibatkan lembaga lain, hingga MA sampai ke presiden, jadi ketarik-tarik. Jangan memaksakan kehendak," ujar Ari.

Kubu Koalisi Indonesia Hebat membentuk pimpinan DPR tandingan terdiri dari; Pramono Anung dari PDIP sebagai ketua DPR, dan empat wakil ketua masing-masing Abdul Kadir Karding (PKB), Syaifullah Tamliha (PPP), Patrice Rio Capella (Nasdem), dan Dossy Iskandar (Hanura). DPR tandingan ini pun akan menyelenggarakan sidang paripurna esok hari untuk meresmikan struktur.

(imk/erd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini