Pendampingan Depdagri di Aceh Selesai Akhir Februari
Jumat, 14 Jan 2005 18:18 WIB
Jakarta -
Menteri Dalam Negeri Mohammad Ma'ruf dalam pertemuannya dengan para walikota dan bupati NAD menyatakan, pendampingan pemerintahan yang dilakukan oleh Depdagri terhadap Pemda NAD berakhir pada akhir Pebruari.Hal itu disampaikan oleh Sekjen Depdagri Siti Nurbaya kepada wartawan di gedung Depdagri, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (14/1/2005).Menurut Mendagri, seperti yang diungkapkan Siti Nurbaya, Pemda NAD harus benar-benar menyiapkan diri menerima alih tugas apabila karena Bakornas sudah berakhir. Pendampingan Depdagari diharapkan hanya sampai akhir Pebruari.Dalam kesempatan itu juga Mendagri berpesan, agar Pemda melakukan konsolidasi dan jangan merenung dan menangis terus. "Kebangkitan harus dipelopori oleh pegawai negeri," katanya.Pemda juga harus mempunyai perencanaan yang jelas, bottom up planing yang dari bawah karena yang tahu daerah adalah orang daerah sendiri. Sekjen mengatakan, nantinya akan terjadi perubahan struktur organisasi dari Pemda yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk pelayanan masyarakat 3-5 tahun ke depan. Misalnya, Dinas PU dibesarkan perannya, lalu Dinas Pemberdayaan Masyarakat diperkuat juga dinas-dinas yang mengembangkan infrastruktur.Mendagri dalam ksemepatan itu menyatakan, diharapkan wakil gubernur harus kokoh dalam menjalankan pemerintahan. Pendampingan Depdagri salah satunya adalah untuk pengokohan wakil gubernur memperkuat sistem administarsi dan pengambilan keputusan.Hasil pendampingan terhadap pemerintahan di NAD yang sudah nampak, Sekjen mengatakan adalah soal pendataan. Data yang didapat sejauh ini terdapat 71.010 jumlah PNS Pemrov NAD. Dari jumlah itu yang meninggal sebanyak 765 orang dan hilang 354 orang.Sementara PNS di kabupaten/kota yang berjumlah 60.565 yang tewas 376 orang dan yang hilang sebanyak 1.724. Berdasarkan data ini, PNS dirasakan masih cukup kokoh."Dampak pendampingan adalah nampak percepatan pemulihan pemerintahan, misalnya mendorong pegawai untuk apel yang memberikan makna bahwa kantor-kantor pemerintahan masih ada orangnya. "Ini distimulir oleh praja-prja STPDN," katanya.Dampak lainnya, membantu konsolidasi Pemprov dengan pemerintah kabupaten atau pemerintah kota. "Ini pelan-pelan nantinya masuk ke soal displin PNS menuju situasi yang normal," demikian Siti Nurbaya.Donor Darah Hari ini di lingkungan Depdagri dilakukan donor darah peduli Aceh dan Sumut. Donor darah diadakan oleh Depdagri dan PMI serta kelompok kerja wartawan Depdagri. Sebanyak 204 pegawai dan wartawan mendafrakan diri sebagai donor tapi setelah dilihat yang tidak memenuhi syarat klinis sebanyak 35 orang, yang diambil darahnya 169 orang termasuk Sekjen Depdagri Siti Nurbaya.Menurut panitia pelaksana donor darah ini, dibutuhkan oleh koraban Aceh dan Sumut. Aksi ini apabila dibutuhkan sewaktu-waktu oleh PMI, peserta donor darah Depdagri bisa didonorkan kembali.
(mar/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































