Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia Syamsuddin Haris meminta petinggi partai politik saling bertemu untuk meredakan ketegangan politik di DPR. "Pimpinan masing-masing partai harus saling bertemu dan musyawarah," kata Syamsuddin saat berbincang dengan detikcom, Kamis (30/10/2014).
Menurut dia 'dualisme' kepemimpinan di DPR bisa merugikan seluruh rakyat Indonesia. Pasalnya pemerintahan, khususnya di parlemen tidak bisa berjalan maksimal karena kebijakan pemerintah harus atas persetujuan DPR. "Dan yang rugi kita semua," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal saat ini sudah ada paket pimpinan yang sudah dilantik oleh Mahkamah Agung pada 2 Oktober lalu. Terdiri dari Ketua Setya Novanto dari Fraksi Partai Golongan Karya, dengan wakil ketua masing-masing Fadli Zon (Gerindra), Fahri Hamzah (PKS), Taufik Kurniawan (PAN) dan Agus Hermanto (Demokrat).
(erd/nrl)











































