"Saya juga memerlukan kerja sama semua pihak untuk menemukan formula yang terbaik. Bahaya narkoba itu masyarakat terkadang belum memahami. Untuk itu blusukan ini penting ke depannya akan kita lakukan, supaya informasi sampai ke masyarakat," ujar Yasonna.
Yasonna mengatakan itu dalam sambutannya pada acara Legal Expo di Kemenkum HAM, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Walau pencitraan tapi pencitraan dalam memberikan informasi penting untuk menunjukkan program institusi hukum dan HAM. Jika masyarakat tidak tahu kan tidak baik," kata pria 61 tahun itu.
Yasonna menyebutkan, visi misi Presiden Jokowi untuk Hukum dan HAM, yakni terwujudnya Indonesia berdaulat mandiri dan berazas gotong royong, masyarakat maju keseimbangan demokratis dan berlandaskan hukum. Selain itu membangun politik legislasi, keberpihakan untuk berantas korupsi dan pemberantasan HAM.
"Saya melihat Kementerian HAM mempunyai posisi strategis mewujudkan agenda strategis Presiden. Karena sangat sesuai dengan visi dan misi Kemenkum HAM," ucap ayah 4 anak ini.
(nik/nrl)











































