Pertemuan Jokowi dan pengungsi jauh dari acara-acara seremonial belaka. Warga bebas bersalaman dan berdialog dengan sang Presiden pilihan rakyat itu. Jokowi langsung bergegas meninjau kondisi nyata pengungsi Sinabung.
Jokowi berkemeja putih didampingi Iriana yang juga memakai baju putih dan sepatu kets itu langsung disambut tangisan histeris para pengungsi perempuan di Gereja GBKP, Jl Kota Cane, Kabanjahe, Sumut. "Terima kasih Pak Jokowi sudah datang ke sini," kata salah seorang pengungsi perempuan.
Pria kelahiran Solo ini juga menyapa anak-anak pengungsi. Jokowi kemudian membuat kuis berhadiah bagi bocah yang hafal Pancasila. Suasana sangat cair dan senyuman bocah yang hafal Pancasila pun mengembang setelah diberi beberapa lembar uang ratusan ribu oleh sang Presiden.
Jokowi juga meninjau para pengungsi di bekas Kampus Bukit Barisan. Ia didatangi oleh seorang pria yang bertugas menjadi koordinator kegiatan belajar anak-anak pengungsi. Pria itu mengeluh sulitnya kehidupan anak-anak di lokasi. Agar lebih nyaman ngobrolnya, Jokowi mengajak pria itu untuk berbicara di bawah pohon rindang. Sejumlah warga pun mendekat untuk ikut nimbrung berbicara dengan orang nomor satu tersebut. Jokowi setia mendengarkan unek-unek warga dan berdialog.
Sepak terjang Jokowi memang penuh kejutan. Selepas meninjau pengungsi, Jokowi spontan berhenti di Desa Guru Kinayan, yang berjarak 2 kilometer dari Gunung Sinabung. Abu vulkanik menutupi tanaman dan jalanan di sekitarnya. Jokowi menemui warga yang masih bertahan dengan alasan kebutuhan hidup. "Ngapain masih di sini? " tanya Jokowi spontan.
"Di sini kerjaan kami, tolong bantu kami, Pak. Kami kesulitan," tutur salah seorang warga. Di desa tersebut, sebagian besar warga memang berprofesi sebagai petani di kebun.
Warga sangat senang dengan kedatangan Jokowi. "Bapak terima kasih sudah datang pertama kali ke sini, setelah Bapak dilantik, beberapa hari kemudian Bapak ke sini," ucap pria tersebut sambil menangis. Ucapannya tak bisa berlanjut karena tertahan air mata.
Melihat hal ini, Iriana dan rombongan Jokowi lainnya tampak haru. Mata mereka berkaca-kaca. Akhirnya, Jokowi pun memberikan bantuan dan menanyakan ke warga apa lagi kebutuhan mereka. Ada yang meminta bantuan seng, paku, hingga bangku, termasuk meminta berfoto ria.
Bantuan dipersembahkan Jokowi untuk pengungsi Sinabung. Jokowi membagi-bagikan sembako kepada pengungsi. Tak lupa, dia juga membagikan kartu Indonesia sehat dan kartu Indonesia pintar. Jokowi memerintahkan agar masalah relokasi pengungsi terselesaikan dalam tempo dua hari. Bantuan itu diharapkan Jokowi dapat meringankan beban rakyatnya.
Berikut 4 kisah Jokowi di Sinabung:
1. HP Jokowi 08122600960, Catat Ya
|
|
Dalam audiensi di halaman Gereja GBKP, Rabu (29/10/2014), Jokowi membagi-bagikan sembako kepada pengungsi. Tak lupa dia juga membagikan kartu Indonesia sehat dan kartu Indonesia pintar.
"Nanti juga saya mau ngasih ini kartu Indonesia sehat dan pintar. Ini buat kalau sakit tinggal pakai kartu Indonesia sehat, tapi semoga nggak pada sakit," jelas Jokowi yang disambut riuh pengungsi. Ada Gubernur Sumut Gatot Pujo serta jajaran perangkat daerah di Sumut.
Suasana berlangsung cair. Jokowi sambil memegang mik kemudian menyarankan kepada para pengungsi kalau selama dua minggu belum ada yang menerima nomor kartu itu dipersilakan mengadu dengan mengirim SMS ke nomor HP dia.
"Kalau sampai dua minggu ibu-ibu bapak-bapak belum ada yang terima, SMS saya," kata Jokowi. Ucapan Jokowi ini langsung disambut tawa para pengungsi.
Jokowi pun keheranan. Dia kemudian bertanya kepada warga. "Tahu nggak nomor telepon saya?" tanya Jokowi.
"Nggak," jawab warga serempak.
"Nggak tahu? Kan sudah banyak tersebar, saya nerima banyak SMS suruh ke Sinabung," terang Jokowi. Iriana duduk di dekat Jokowi pidato sambil duduk dekat dengan warga.
"Ini nomor HP saya 08122600960, catat ya. Kalau misalnya dua minggu belum ada yang terima SMS saya," tutur Jokowi.
2. Hadiah untuk Bocah Penghafal Pancasila
|
|
Dalam dialog dengan pengungsi Sinabung, Rabu (29/10/2014) di halaman Gereja GBKP, Jokowi sempat bercanda dengan anak-anak di Sinabung. Sejumlah pejabat menemani Jokowi antara lain Gubernur Gatot Pujo dan beberapa perangkat daerah.
Jokowi sempat memanggil seorang bocah untuk dites hapalan Pancasila. Namun sebelumnya bocah itu membacakan Pancasila dia berharap agar Jokowi bisa membantu sekolahnya. Karena sudah lama tidak bersekolah.
"Coba bisa nggak sebutin Pancasila," kata Jokowi.
Bocah itu kemudian menyebutkan Pancasila hingga sila kelima. Jokowi kemudian memuji sang bocah. Dia kemudian merogoh kantong untuk memberi hadiah, tapi rupanya kantong Jokowi kosong. Jokowi kemudian menengok ke belakang.
Sementara sang bocah kemudian kembali kembali ke tempat duduknya bersama warga. Tak lama Jokowi memanggil bocah itu kembali dan menyalami bocah itu dengan menyelipkan uang beberapa lembar ratusan ribu.
"Ini saya kasi yang lain jangan ngiri," ucap Jokowi. Sang bocah pun duduk dan mengucapkan rasa terima kasih.
3. Kami Kesulitan Pak Jokowi
|
|
Jokowi berhenti di Desa Guru Kinayan, Karo, Sumut, sekitar pukul 17.30 WIB, Rabu (29/10/2014). Kawasan tersebut berjarak 2 kilometer dari kaki gunung Sinabung. Abu vulkanik menutupi tanaman dan jalanan di sekitarnya.
Rupanya, Pak Presiden tergerak untuk melihat beberapa warga yang masih bertahan di sana. Tanpa masker, dia nekat turun dari mobil Mercy berpelat Indonesia-1 menemui mereka dan memberikan bantuan. Jokowi ditemani Iriana yang memakai dua lapis masker, dan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho serta istri.
Jokowi berjalan ke sebuah pendopo sederhana milik warga. Dia lalu duduk di atas kursi kayu yang hanya muat untuk 3 orang. Ikut mendampingi di sisi Jokowi, Gatot dan Iriana. Ratusan orang kemudian berkumpul di pendopo tersebut, begitu tahu ada orang nomor 1 di Indonesia yang menyambangi mereka.
"Ngapain masih di sini? " tanya Jokowi spontan.
"Di sini kerjaan kami, tolong bantu kami, Pak. Kami kesulitan," tutur salah seorang warga. Di desa tersebut, sebagian besar warga memang berprofesi sebagai petani di kebun.
Akhirnya, Jokowi pun memberikan bantuan. Setiap keluarga mendapat dua bingkisan yang isinya sembako. Dia juga memberikan uang sebesar Rp 500 ribu per keluarga. Saat pemberian bantuan itu berjalan, seorang pria yang mengaku sebagai kepala sekolah di sekitar kawasan tersebut tiba-tiba berdiri "Bapak terima kasih sudah datang pertama kali ke sini, setelah Bapak dilantik, beberapa hari kemudian Bapak ke sini," ucap pria tersebut sambil menangis. Ucapannya tak bisa berlanjut karena tertahan air mata.
Melihat hal ini, Iriana dan rombongan Jokowi lainnya tampak haru. Mata mereka berkaca-kaca.
Dialog penuh haru itu hanya berlangsung 10 menit. Setelah itu, Jokowi menanyakan ke warga apa lagi kebutuhan mereka. Ada yang meminta bantuan seng, paku, hingga bangku. Namun ada permintaan seorang ibu yang cukup unik.
"Mau foto bareng dong, Pak," ucap ibu tersebut yang direspons dengan baik oleh Jokowi. Mereka pun akhirnya foto-foto bersama warga lain.
Setelah puas berfoto dan bersalaman dengan warga, Jokowi pun melanjutkan perjalanannya. Masih belum jelas ke mana mantan gubernur DKI itu akan pergi, namun sejauh ini memang penuh kejutan.
4. Relokasi Selesai 2 Hari
|
|
Saat di Rumah Dinas Bupati Karo, Jokowi mendapat laporan masalah relokasi pengungsian ternyata masih banyak masalah dalam perizinan. Begitu juga tidak adanya jalur aspal untuk masuk ke area tersebut.
Saat itu juga Jokowi langsung menghubungi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Siti diberi waktu dua hari untuk mengurus masalah perizinan.
"Saya perintahkan selesai dalam waktu dua hari. Jadi setelah surat dipegang, dari Kodam saya sudah perintah Pangdam jalan menuju lokasi sepanjang 6,5 km harus rampung. sehingga masalah relokasi selesai. Kira-kira tiga minggu sampai satu bulan," kata Jokowi di Kabanjahe, Sumatera Utara, Rabu (29/10/2014).
Pemerintah juga sedang menghitung-hitung anggaran yang diperlukan untuk membangun rumah baru bagi para pengungsi. Termasuk merenovasi rumah warga yang rusak.
Jokowi enggan memusingkan status yang pantas diterapkan bagi bencana Gunung Sinabung ini. Yang terpenting, lanjut Jokowi, adalah membangun kembali kehidupan warga.
Dalam blusukannya kali ini, Jokowi memang terkesan mencoba menghindar acara seremonial. Sebuah ruangan yang disiapkan, termasuk peta daerah, serta peralatan presentasi lainnya, tidak digubris sama sekali oleh Jokowi.
Saat di Kabanjahe, Jokowi ternyata sempat mengadakan rapat dadakan. Dia menanyakan masalah apa saja yang dihadapi pemerintah daerah dalam menangani pengungsian.
Belakangan diketahui ternyata persoalan izin lahan untuk relokasi. Saat itu juga Jokowi langsung menelpon Menteri Siti dan memberi target. Usai rapat, Jokowi pun mulai blusukan ke empat titik berbeda.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, langsung memimpin rapat bersama Kementerian/Lembaga dengan Pemda Karo, Pemprov Sumut dan TNI. BNPB segera merelokasi 3.284 jiwa atau 1.018 kepala keluarga di 12 titik pengungsian.
Halaman 2 dari 5











































