"Ini menunjukan anggota dewan kita bukan memikirkan kepentingan rakyat, namun lebih mengutamakan kepentingan pribadinya. Apa urgensinya outbound itu untuk masyarakat Riau?" kata pengamat sosial, Dr Rawa El Amady dalam perbincangan, Kamis (30/10/2014).
Menurutnya, anggota DPRD Riau yang baru dilantik itu, mestinya memikirkan bagaimana pencapaian pembangunan infrastruktur untuk publik. Karena selama ini laju pembangunan Riau di bawah rata-rata karena tingginya angka korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terpisah, Anggota DPRD Riau, Abdul Wahid tidak mempermasalahkan soal kritikan tersebut. Menurutnya hal yang wajar saja jika keberangkatan seluruh anggota dewan ke Bali menuai pro dan kontra.
"Kalau soal pro kontra dan adanya kritikan masyarakat, itu hal yang lumrah saja," kata Wahid.
Menurut Wahid acara outbound ini digelar untuk mempererat hubungan sesama anggota dewan. Para anggota dewan berangkat dari Pekanbaru pada Rabu (29/10) pagi. Dan acara outbound baru akan dimulai hari ini, Kamis (30/10/2014).
"Besok (Jumat) kita sudah bertolak dari Bali ke Pekanbaru lagi. Kita menggelar acara ini setelah disetujui Badan Musyawarah DPRD Riau," kata Wahid dari Fraksi PKB ini.
Dia menyebutkan, sebenarnya ada beberapa tempat pilihan lainnya untuk menggelar outbound tersebut. Misalkan di Batam, Bandung dan Palu.
"Namun rekan-rekan kebanyakan memilih ke Bali. Akhirnya kita mengikuti kata sepakat. Pilihan di luar kota ini agar kita bisa lebih fokus. Kalau dibuat di Pekanbaru nanti anggota banyak yang tidak fokus. Karena bisa jadi disela-sela acara ada yang balik ke rumah," kata Wahid.
Sedangkan Sekwan DPRD Riau, Zulkarnain Kadir menyebutkan untuk acara outbound tersebut menguras dana APBD sekitar Rp1 miliar.
"Dana tersebut terdiri akomodasi, transportasi dan uang saku setiap anggota dewan. Kita perkirakan sekitar Rp1 miliar," kata Sekwan DPRD Riau, Zulkadir begitu sapaan akrabnya.
"Saya tidak ikut dalam acara tersebut. Namun beberapa orang staf kita ada yang mendampingi para anggota dewan," tutup Zulkadir.
Sebelumnya DPRD Riau juga menuai kritikan pedas dari publik. Ini karena anggaran untuk mobil dinas Ketua DPRD Riau yang mencapai Rp 3,1 miliar. Mobil dinas itu sampai saat ini pada proses lelang.
(cha/ndr)











































