Munculnya DPR tandingan ini berawal dari ketidakpuasan kubu KIH pada Koalisi Merah Putih (KMP). Kubu KIH merasa tak diajak dalam pembagian kursi di parlemen. Setelah jatah pimpinan DPR disapu bersih KMP, kini giliran jatah pimpinan komisi yang tak dibagi ke KIH.
KIH terdiri atas PDIP, Hanura, NasDem, PKB, dan PPP. Sedangkan KMP terdiri Gerindra, PAN, Golkar, dan PKS, terkahir Demokrat bergabung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arief, politisi PDIP itu memberi penjelasan soal pembenatukan DPR tandingan. DPR tandingan ini mengangkat Pramono Anung sebagai pimpinan.
Sementara itu, Ketua DPR Setya Novanto yang juga politisi Golkar menilai santai pembentukan DPR tandingan ini.
"Ya, kita kan sudah melalui proses yang panjang, jadi masalah itu kita serahkan kepada rakyat yang menilai," ujar Setya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
"Kita akan bekerja terus, kita akan melakukan suatu program-program yang sudah dirumuskan karena komisi-komisi sudah terbentuk maka sejak hari ini seluruh komisi yang ada sudah terbentuk langsung bekerja," tambahnya.
Pada akhirnya, munculnya DPR tandingan ini mungkin akan semakin membuat masyarakat antipati terhadap DPR atau parpol sekalipun. Bukan tanpa alasan, masa keributan di saat Pilpres sudah cukup 'mengganggu', kemudian ditambah lagi dengan kerunyaman baru.
Semoga saja 'keramaian' segera berakhir. Musyawarah untuk mufakat segera diambil. Semua untuk rakyat rakyat rakyat.
(ear/ndr)










































