Mahasiswa Aceh di Jateng Disantuni Rp 500 Ribu/Bulan
Jumat, 14 Jan 2005 17:05 WIB
Solo - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berjanji akan menanggung kebutuhan hidup seluruh mahasiswa Aceh yang berada di daerahnya. Bantuan awal yang akan diberikan adalah Rp 500 ribu per bulan selama tiga bulan. Selanjutnya tergantung kondisi masing-masing mahasiswanya."Saya sangat berterimakasi kepada para rektor yang mengambil kebijakan menggratiskan biaya kuliah mereka (mahasiswa Aceh). Sedangkan tentang kebutuhan hidupnya biar kami yang ikut menanggung," ujar Gubernur Jateng, Mardiyanto, kepada wartawan seusai membuka Raker KNPI Jateng di Hotel Sahid Kusuma Raya, Solo, Jumat (14/1/2005) sore."Karena itu kami sangat berharap para rektor perguruan tinggi di seluruh Jateng ini segera memberikan informasi kepada kami tentang jumlah dan data-data mahasiswa asal Aceh yang belajar di perguruan tinggi yang mereka pimpin. Sejauh ini baru Undip Semarang yang sudah memberikannya, yaitu ada 114 mahasiswa, yang lainnya belum," lanjutnya.Bantuan yang akan diberikan Pemprov, kata Mardiyanto, sebesar Rp 500 ribu per bulan selama tiga bulan. Bantuan itu akan diberikan kepada seluruh mahasiswa Aceh sambil mencari informasi nasib keluarga mereka. Keputusan itu didasarkan pada kenyataan bahwa hingga saat ini masih banyak mahasiswa Aceh yang belum mengetahui pasti nasib orangtua mereka.Selanjutnya nanti, besarnya bantuan serta sampai kapan akan diberikan tergantung dari data yang ditemukan selama tiga bulan tersebut. "Saat ini kan kita belum mengetahui pasti nasib orangtua mereka, semoga nantinya setelah tiga bulan itu kita bisa mendapatkan kepastian, siapa yang masih perlu dibantu dan siapa yang tidak," kata Mardiyanto.
(nrl/)











































