"Dalam pelaksanaan diplomasi kita akan lakukan dengan tegas dan martabat. Diplomasi harus dapat memberikan solusi, menjembatani perbedaan dan membuka peluang untuk kepentingan rakyat serta negara Indonesia," tutur Retno di atas mimbar.
Hal ini diungkapkannya di kantor Kemenlu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2014). Apakah tegas dalam berdiplomasi itu berarti mengedepankan langkah konfrontasi?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) ini juga sempat berkelakar dengan menyebut dirinya galak di mata sang anak. Namun demikian, galak yang seringkali diartikan tegas itu tidak membuatnya selalu mengkonfrontasi semua hal.
"Saya ini perempuan nggak tahu tegas atau nggak. Kata orang saya tegas, kata anak saya galak. Tapi saya mencoba untuk tidak berkonfrontasi dengan yang lain," sebut Retno.
Sontak hadirin termasuk petinggi-petinggi Kemenlu yang berjejer di sampingnya ikut tertawa kecil mendengar celetuk Retno tersebut. Mantan dubes Indonesia untuk Belanda ini menyampaikan pidato untuk kali pertamanya selama sekitar 25 menit.
(aws/fjr)











































